Karya: Fawatifu Syu’ara
CemerlangMedia.Com — PUISI
Langit di sana tidak lagi biru
Ia retak oleh gurat api dan asap
Namun dari retakan itu,
Lahir doa yang tak pernah padam
Anak-anak berlari tanpa sekolah
Mereka menggenggam batu
Seperti menggenggam masa depan,
Yang dirampas sebelum sempat mekar
Para ibu menanak sabar,
Meski periuknya kosong
Suara azan bersahut-sahutan,
Mengalahkan dentum meriam
Gaza bukan berita singkat
Ia adalah nadi yang berdenyut
Di tubuh umat yang satu,
Meski batas-batas menyesatkan kita
Di lorong sempit pengungsian,
Ketabahan tumbuh lebih tinggi
Daripada tembok yang dibangun
untuk menutup harapan
Mereka tidak menyerah,
Karena menyerah berarti mati dua kali
Sekali oleh peluru,
Sekali oleh lupa saudara
Wahai dunia yang sibuk berdagang!
Pernahkah kau dengar,
Ratap seorang anak
Yang menyebut nama Tuhannya di sela bom?
Wahai umat Muhammad!
Jika cinta Nabi benar di dada,
Maka jangan biarkan tanah itu
Dihisap kesepian lagi
Bangkitlah, satukan tanganmu!
Bukan sekadar doa di bibir,
Tetapi langkah nyata
Yang menyalakan kembali cahaya
Karena Gaza bukan asing,
Ia adalah cermin retak kita
Dan dari pecahannya,
Kita lihat wajah sendiri
Bumi Allah, 27 September 2025 [CM/Na]
Views: 17






















