Jeritan Alam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Zakiah Ummu Faaza

CemerlangMedia.Com — PUISI

Hijau seluas samudra tak terhingga
Terpampang manis di pelupuk mata
Ribuan tetesan air jernih melimpah ruah
Tak pernah sirna bermuara sepanjang masa

Kicauan merdu suara satwa
Saling bersahutan tertawa penuh canda
Cerminan hati yang riang gembira
Penanda keagungan Sang Pencipta

Kini, aku menangis, seribu luka
Karena keserakahan manusia
Yang tega membakar membabi buta
Yang tak memiliki rasa dan cinta

Kini aku bersedih, sendirian
Dilanda luka mendalam
Tak tahu harus berbuat apa
Tak ada tempat dan arah

Kini rumahku hancur tak tersisa
Tak ada ruang untuk sejuta satwa
Kini rupaku hitam pekat,
Seribu debu sejuta asap [CM/Na]

Views: 7

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *