#30HMBCM2
Oleh: Lailatul Maulina
CemerlangMedia.Com — Mindset atau bisa diartikan dengan pola pikir, merujuk kepada cara seseorang dalam berpikir yang dapat menampung berbagai informasi yang kemudian diproses sehingga menjadi informasi yang diterima atau justru dapat ditolak oleh dirinya sendiri atau orang lain. Growth-mindset adalah pola pikir yang senantiasa terus bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu.
Growth-mindset fleksibel terhadap perubahan.
Jika bukan karena pandangannya yang terus ke depan, mungkin ia tidak akan menerima perubahan apa pun. Semua itu karena pandangannya tidak lagi tentang dirinya yang benar, tetapi berusaha untuk terus benar. Berbeda dengan fix-mindset yang menuntut orang lain untuk sama dengan apa yang ada dalam pikirannya dan menolak pandangan lain, padahal pikirannya belum menerima atau belajar hal tersebut sebelumnya. Ia memilih diam ketika belum mengetahui, sebab belum tentu itu salah. Justru kemudian ia memilih untuk mencari tahu kebenaran terkait apa yang ia dengar, bagaimana menjelaskan dan memperbaiki bagian mana yang salah.
Growth-mindset tidak akan memaksa orang untuk berubah sesuai pemikirannya.
Dirinya berbicara dari pola pikir yang begitu kompleks, tetapi santai. Tidak ada yang perlu ia sesali jika memang orang lain berbeda pandangan dengan dirinya. Dirinya membaca ke mana arah pandangan orang lain sehingga tidak menjadi masalah ketika siapa pun yang berhadapan dengannya justru bertolak belakang dalam hal pandangan. Dirinya sadar bahwa mungkin saja orang tersebut masih perlu banyak mencari tahu. Orang yang sok tahu justru menjadi apatis jika orang lain tidak sejalan dengan pemikirannya.
Growth-mindset tidak akan melewatkan waktu untuk belajar.
Waktu adalah aset yang berharga bagi orang yang growth-mindset, sebab setiap menit bahkan detiknya harus berkualitas. Waktunya banyak dihabiskan untuk sesuatu yang bernilai, misalnya membaca buku, belajar hal yang baru, berkarya, muhasabah diri, dan aktivitas bernilai semisalnya. Dirinya akan menjadikan waktu sebagai kesempatan untuk terus memupuk bekal dalam otak agar senantiasa dapat terus berpikir waras.
Tidak menjadikan waktu untuk kelalaian dan aktivitas unfaedah, sebab tidak akan pernah bisa menghasilkan outcome yang bernilai bagi dirinya. Selama dirinya mampu, ia akan terus berusaha memberi pengarahan dan pengaruh yang baik bagi siapa pun. Namun jika memang dirinya tidak diberikan ruang untuk berbicara, maka dirinya tidak akan pernah memaksa. Memaksa adalah perbuatan yang menguras energi dan waktu bagi si growth-mindset.
Growth-mindset tidak akan melewatkan kesempatan sekecil apa pun untuk berbenah.
Setiap waktu, bahkan di setiap jeda aktivitasnya, orang yang punya growth-mindset tidak akan pernah melepaskan setiap peluang yang ada. Selama dirinya punya kesempatan untuk melakukan yang terbaik untuk dirinya, ia akan terus ada untuk mengasah dan menjahit segala yang rusak dari dalam dirinya untuk mencapai derajat kualitas yang tak tertandingi. Dirinya tidak bersaing dengan siapa pun, bahkan tidak sedang unjuk gigi pada siapa pun.
Ia hanya sedang bersaing dengan dirinya sendiri. Tidak peduli seberapa kokoh orang lain menghentikan langkah yang telah ia rencanakan. Ia tidak akan memberikan celah sedikit pun untuk kehilangan kesempatan terbaiknya agar lebih maju dan berkelas. Sekelas dirinya tidak akan mau bersaing hanya demi sorakan dan pujian banyak orang. Dirinya menilai suatu sebagai sebuah keberhasilan sudah menjadi hal yang begitu memuaskan, cukup dengan kesunyian rasa bangga dalam hati yang menenangkan.
Growth-mindset siap menerima jika pandangannya tidak diterima.
Pandangan dirinya tidak harus sama dengan orang lain, bahkan dirinya tidak akan memaksa jika orang lain tidak sejalan dengan pandangan dirinya. Orang lain punya pandangan sendiri, ia hanya berusaha mengarahkan dengan pandangannya. Namun, ia tidak meminta orang lain setuju dan ikut dengan apa yang ia sampaikan. Dirinya tidak akan lemah sehingga perlu untuk ditopang.
Kekuatannya adalah pemikiran dan hatinya sendiri yang sudah terpaut jauh dan lebih mendalam terhadap Sang Maha Kuat. Namun pasti suatu masa, orang yang menolak pandangannya akan menerima apa yang ia sampaikan tanpa perlu paksaan. Semua itu karena apa yang dibawa adalah suatu hal yang ternyata benar dan bukan hasil dari kehendak pribadi atau asumsi belaka.
Hal-hal penting untuk menjadi pribadi yang memiliki growth-mindset:
Petakan tujuan berdasarkan kualitas, bukan sekadar kuantitas dan rutinitas
Jangan lakukan hal yang bisa menjadikan perkembangan mindset dan skill-mu stagnan.
Tidak semua hal harus didengar, tutup telinga jika tidak membawa pada perubahan diri ke arah yang lebih postif.
Jangan lengah, terus pantau progres diri
.
Tidak perlu ribut dengan orang lain pada hal yang tidak penting karena waktumu berharga.
Jangan langsung bereaksi, diam terkadang senjata untuk melihat realita dari ketulusan atau perlawanan yang sebenarnya.
Orang dengan growth-mindset tidak akan pernah memaksakan pandangan dan dirinya untuk diterima semua orang. Tetapi dirinya akan terus bersinar, sebab langkahnya maju ke depan, bukan stagnan dengan mengikuti penilaian orang.
*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]
Views: 15






















