#30HMBCM
Penulis: Kak Na
CemerlangMedia.Com — Coba bayangin ini.
Kamu beli ponsel baru. Pasti kamu tahu fungsinya, kan? Untuk komunikasi, cari informasi, bantu aktivitas kamu. Nggak mungkin kamu pakai ponsel untuk alas motong sayur. Karena kamu tahu, itu bukan tujuan dibuatnya.
Sekarang coba pikirin diri kamu sendiri.
Kamu punya pikiran, perasaan, keinginan, bahkan bisa mikir jauh tentang hidup. Masa semua itu nggak punya tujuan?
Lucunya, banyak dari kita hidup kayak barang tanpa petunjuk penggunaan. Dipakai, tetapi nggak tahu harusnya buat apa. Akhirnya? Dipakai semaunya. Ngikut bagaimana orang kebanyakan. Yang penting gaskeun!
Parahnya, ketika digunakan tanpa tahu aturan mainnya. Hancur.
Kayak orang yang main game, tetapi nggak tahu misinya. Dia tetap main, tetap gerak, tetapi nggak pernah menang. Kenapa? Karena dia nggak tahu tujuannya.
Sama kayak hidup.
Kalau kamu nggak tahu tujuan hidup kamu, kamu tetap bisa hidup, tetap bisa ketawa, tetap bisa sibuk. Tetapi di dalam… tetap terasa kosong. Karena kamu jalan, tetapi nggak tahu lagi ke mana.
Seperti terperangkap dalam labirin.
Jalan terus… tetapi nggak tahu, ini benar atau tidak. Belok sana, belok sini… hanya nebak-nebak. Capek, bingung, dan akhirnya malah nyasar.
Karena tanpa petunjuk, sekuat apa pun kamu berjalan… belum tentu kamu sampai. Kamu masih meraba dan tidak menentukan pilihan. Akhirnya… waktumu habis untuk mencoba-coba.
Makanya, banyak orang akhirnya bikin tujuan sendiri.
“Aku hidup buat bahagia.”
“Aku hidup buat sukses.”
“Aku hidup buat punya banyak uang.”
“Aku hidup buat bla… bla… bla….”
Dan tanpa sadar… banyak juga yang akhirnya hanya meniru orang kebayakan.
Lihat orang lain viral, pengen ikut. Lihat teman sukses, langsung ngerasa tertinggal. Lihat sohib upgrade diri, kitanya malah sakit hati. Eits. Lihat tren, langsung jadi orang pertama yang harus parodiin.
Akhirnya hidup jadi kayak lomba… tapi nggak jelas lomba apa.
Capek ngejar.
Capek bandingin.
Capek jadi orang lain.
Padahal… belum tentu itu memang yang kita butuhkan.
Bahkan, terkadang kita sendiri nggak pernah benar-benar berhenti dan nanya:
“Aku ini lagi ngejar apa, sih?”
“Ini semua bakal bawa aku ke mana?”
Kita jalan cepat… tetapi tanpa tahu arah. Dan anehnya, makin dikejar… justru makin kosong. Hidup makin nggak jelas.
Nggak salah, kalau kamu ngerasa harus ‘nyoba’ semua hal. Tetapi, coba jujur.
Kalau itu benar-benar tujuan hidup, kenapa banyak orang yang sudah punya semua itu, masih ngerasa ada yang kurang?
Berarti ada yang belum tepat.
Karena kalau tujuan itu benar, harusnya setelah tercapai… selesai. Tetapi kenyataannya nggak begitu.
Mungkin masalahnya ada di sini:
Kita sibuk menentukan tujuan hidup sendiri, tetapi nggak pernah cari tahu… yang bikin kita atau yang menciptakan kita, maunya apa.
Coba balik lagi ke hal sederhana.
Kalau kamu punya barang rusak, kamu tanya siapa?
Yaps. Tanya ke yang bikin. Bukan nebak-nebak sendiri, kan?
Apa jadinya barang kesayangan kamu, misalnya lagi rusak … tanpa keahlian tentang hal itu, kamu bongkar sendiri. Kira-kira apa yang akan terjadi?
Karena yang paling tahu fungsi sesuatu… adalah pembuatnya.
Sekarang jujur, deh.
Kamu pernah milih dilahirkan?
Nggak.
Kamu pernah milih bentuk diri kamu?
Nggak.
Kamu ‘ada’… bukan karena kamu yang menentukan.
Berarti logikanya sederhana:
Kalau kamu dibuat, pasti ada yang membuat.
Dan kalau ada yang membuat, pasti ada tujuan.
Masalahnya sekarang, pertanyaan kamu bukan lagi:
“Aku punya tujuan atau nggak?”
Tetapi:
“Aku tahu tujuan itu… atau belum?”
Dan di sinilah banyak orang berhenti. Karena mulai mikir kayak gini… itu dalam. Mikir kayak gini bikin mumet bin puyeng. Dan nggak semua orang mau sampai sini.
Tetapi kalau kamu masih baca sampai sini, berarti kamu beda. Kamu lagi bener-bener mikir.
Dan mungkin… selama ini kamu capek bukan karena hidupmu berat. Tetapi karena kamu belum tahu… kenapa kamu harus menjalani hidup ini.
Dan mungkin… dari sini kamu mulai sadar bahwa hidup ini bukan sekadar dijalani, tetapi harus dipahami.
Renungan kecil:
💕🦋 “Kalau semua barang punya tujuan dari pembuatnya, menurutmu, kamu diciptakan untuk apa?” 🦋💕
*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]
Views: 18






















