Oleh: Sri Sumiyati
Menulis karena cinta terhadap apa yang kita tuliskan, terutama karena cinta terhadap Islam. Niatkan juga aktivitas menulis ini untuk mengembalikan kejayaan Islam di muka bumi.
CemerlangMedia.Com — Guys, tahu enggak, sih, ternyata menulis itu merupakan bentuk relaksasi yang paling enak. Enggak harus mengeluarkan banyak keringat, seperti saat jalan atau jogging. Akan tetapi, bisa menghilangkan pikiran yang suntuk, lo. Seperti kita sedang curhat, tetapi bukan kepada seseorang, begitu deh.
Nah, menulis itu adalah aktivitas mengeluarkan apa yang ada di dalam kepala kita. Pikiran, gagasan, atau ide, kalau makin dicurahkan akan makin banyak. Jadi, kalau sering menulis, idenya makin banyak, akan makin mudah pula mengungkapkan apa yang ada di kepala kita.
Biasanya, nih, kita akan mencurahkan sesuatu karena kita mencintai hal tersebut. Isi tulisan kita biasanya akan sesuai dengan apa yang kita cintai. Misalnya kita suka dengan fesyen, maka secara otomatis, kita akan mudah menulis tentang fesyen. Begitu juga orang-orang yang senang dengan masakan. Ketika diminta menulis tentang kuliner, tentu akan cepat banget keluar idenya.
So, menulis itu memang karena cinta, Guys. Kalau kita mencintai Islam, maka ide-ide yang keluar atau tulisan-tulisan yang kita buat pasti berkaitan dengan agama yang kita cintai. Apalagi ajaran Islam itu bukan sekadar mempelajari ibadah saja, tetapi juga problem solver bagi seluruh masalah manusia di dunia.
Tahu enggak, makin kita curahkan semua pikiran untuk mencari solusi Islam dari setiap masalah dalam hidup ke dalam sebuah tulisan, lama-kelamaan, analisis kita makin terasah, lo. Serumit apa pun masalah, jika kita rajin menulis, makin tajam analisisnya. Umat juga makin tercerahkan dengan ide Islam.
Ternyata, menulis juga diperintahkan Allah, lo. Seperti yang tertulis dalam surah Al-Qalam ayat 1, “Nuun. Walqalami Wamaa Yasturuun. Artinya, Nuun, Demi pena dan apa yang dituliskannya.”
Juga sabda Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dan Hakim yang artinya, “Ikatlah ilmu dengan tulisan.”
Jadi, mari kita menulis karena cinta terhadap apa yang kita tuliskan, terutama karena cinta terhadap Islam. Niatkan juga aktivitas menulis ini untuk mengembalikan kejayaan Islam di muka bumi.
Selamat menulis. [CM/NA]
Views: 61






















