Potensi Generasi Dibajak Oligarki

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Sri Mulyani
(Penggiat Literasi)

CemerlangMedia.Com — Kenaikan jumlah penduduk usia muda menjadi potensi besar negeri ini. Bagaimana tidak, di pundak merekalah tumpuan harapan masyarakat untuk menjadikan negeri ini lebih baik, sesuai dengan slogan pemuda adalah agent of change. Sayangnya, kalimat itu hanya tinggal slogan saja karena potensi generasi hari ini sudah dirampas oligarki melalui dunia kerja.

Hal ini terbukti dari bergesernya tujuan pendidikan di negeri ini menjadi penghasil generasi siap kerja, seperti sekolah menengah kejuruan (SMK) didedikasikan untuk siap berperan dalam dunia kerja. Untuk itu, perlu adanya kurikulum teori dan praktik untuk siswa SMK, seperti yang dilansir dari kompasiana.com (6-01-2024). Praktik dalam kurikulum sekolah menengah kejuruan (SMK) berdampak positif, tidak hanya pada perkembangan akademik, tetapi juga mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Kebijakan tersebut merupakan pengembangan dari pendidikan vokasi. Proyek utamanya adalah link and match yang ‘mengawinkan’ dunia usaha dan industri (DUDI) dengan pendidikan vokasi, baik di tingkat SMK maupun kampus vokasi. Tujuannya menyelaraskan pendidikan dengan standar usaha dan industri.

Fakta ini menguatkan kenyataan bahwa generasi ini dididik untuk jadi buruh dalam dunia kerja. Kebijakan ini dianggap solusi mumpuni mengatasi kemiskinan di negeri ini. Lulusan SMK diharapkan dapat membantu membiayai perekonomian keluarga mereka dan ekonomi bangsa.

Di sisi lain, angka pengangguran di negeri ini masih tinggi. Dilansir dari cnbindonesia.com (6-11-2023), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pengangguran di Indonesia sebesar 7,86 juta orang per Agustus 2023. Angka ini menunjukkan betapa tingginya angka pengangguran di negeri ini.

Sementara itu, lulusan SMK tak ketinggalan ikut menyumbang tingginya angka pengangguran. Dikutip dari juaranews.com (7-11-2023), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat didominasi oleh tamatan sekolah menengah kejuruan (SMK). Hal itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat pada Agustus 2023 sebesar 13,24 %.

Kenyataan tingginya angka pengangguran dari lulusan SMK membuktikan kebijakan vokasi ini tak mampu memberikan solusi. Malah yang ada potensi intelektual generasi bergeser menjadi buruh korporasi. Lebih parahnya, potensi mereka dikuras habis untuk keberlangsungan korporasi dalam kapitalisme. Kondisi ini malah didukung oleh pemerintah dengan kebijakan yang ada. Lantas, jika kebijakan vokasi ini tak mampu memberikan solusi untuk mengatasi pengangguran, maka adakah solusi lain yang mempu mengatasi pengangguran di negeri ini?

Kapitalisme Biang Keladinya

Kondisi ini menunjukkan lemahnya peran negara. Selama ini negara tidak menjalankan perannya secara dominan, melainkan bergantung kepada perusahaan swasta. Akibatnya, perusahaanlah yang bekerja sama dengan SMK.

Kebijakan ini merupakan hasil dari diterapkannya kapitalisme di negeri ini. Lulusan yang terbentuk adalah lulusan buruh, bukan lulusan pelopor industri, apalagi bermental seorang pemimpin. Negara secara sukarela menyerahkan potensi unggul generasi pada korporasi sehingga generasi berada dalam genggaman kapitalisme oligarki.

Alhasil, keterampilan generasi tidak dapat dinikmati semua lapisan masyarakat. Lebih dari itu, mereka tak mampu menyelesaikan persoalan masyarakat sehingga tak mampu menciptakan usaha dan lapangan kerja.

Pendidikan Vokasi dalam Islam

Sistem Islam tidak akan melahirkan generasi sebagai budak industri, melainkan akan membekali mereka dengan keahlian dan keterampilan di berbagai bidang kehidupan masyarakat. Tidak hanya itu, mereka juga mampu berdikari dengan membuka peluang usaha dan tidak bergantung pada korporasi.

Sistem pendidikan Islam tidak didasarkan kebijakan materialistis, melainkan berdasarkan akidah Islam. Oleh karenanya, tujuan pendidikan Islam tidak lepas dari asas ini, di antaranya membangun kepribadian yang islami, menjadikan Islam sebagai pola pikir dan pola sikap, mendidik anak didik dengan keterampilan dan ilmu pengetahuan agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sehingga berdaya guna di masyarakat dan lingkungan.

Pendidikan Islam mempersiapkan anak didik untuk masuk perguruan tinggi dengan mempelajari ilmu dasar yang dibutuhkan seperti tsaqafah, bahasa Arab, fikih, tafsir, dan ilmu hadis, serta ilmu sains, seperti matematika, fisika, kimia, dan yang lainnya. Pendidikan vokasi dalam Islam dirancang untuk mempersiapkan sekumpulan teknisi dan spesialis dalam teknologi modern.

Selain itu, ilmu yang diajarkan dalam pendidikan vokasi adalah hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan umat. Keilmuan dan keterampilan pendidikan vokasi akan memperhatikan kawasan tempat tinggal anak didik. Apakah daerah industri, pertanian, perdagangan, pegunungan, dataran rendah, pesisir, daerah panas, atau daerah dingin.

Tujuannya agar mereka menjadi lulusan kompeten dalam ilmu dan praktik, menciptakan berbagai sarana dan teknik yang terus berkembang dalam bidang pertanian, komunikasi, keamanan, serta kemaslahatan hidup lainnya yang ada di sekitar mereka. Dengan demikian, pendidikan dalam Islam akan menghasilkan generasi yang kempeten serta paham agama karena dibekali ilmu tsaqafah dan sains teknologi. Wallahua’lam. [CM/NA]

Views: 35

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *