Penulis: Zakiah Ummu Faaza
Dalam setiap aktivitasnya, remaja Islam hanya mengharapkan keridaan Allah Swt.. Remaja seperti ini akan merasa puas dan bahagia tatkala kehidupannya sesuai dengan aturan Sang Pencipta.
CemerlangMedia.Com — Remaja merupakan aset masa depan yang memilik potensi untuk mewujudkan sebuah peradaban yang gemilang. Mereka memiliki keberanian, ketakwaan, dan ilmu pengetahuan yang luas. Mereka juga sekaligus harapan bagi agama, bangsa, dan negara. Namun sayangnya, remaja saat ini sibuk dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, bahkan membahayakan dirinya dan orang lain, seperti tawuran.
Sebagaimana dilansir dari portal daring, Polsek Bogor Timur berhasil mengamankan sembilan remaja yang diduga hendak tawuran di Jl. Binamarga. Pada aksinya, mereka melakukan konvoi dengan membawa alat yang membahayakan. Di Bogor Utara, sekelompok remaja yang hendak tawuran berani menyerang seorang polisi yang mengingatkannya (news.detik.com, 8-10-2025).
Fenomena ini memberikan gambaran bahwa kondisi remaja saat ini kian mengkhawatirkan. Mereka berperilaku seenaknya, dan gemar melakukan tawuran. Mereka juga tidak memedulikan nasihat atau peringatan orang lain, sekalipun pihak keamanan, tetap menjadi sasarannya. Seharusnya, polisi merupakan pihak yang ditakuti karena penjaga keamanan masyarakat.
Selain gemar tawuran, remaja saat ini juga tidak memiliki rasa takut ketika diingatkan, ditegur, ataupun dinasihati. Mereka telah kehilangan rasa hormat terhadap orang yang lebih tua dan adab pada dirinya. Oleh karena itu, wajar jika perilaku bebasnya tidak bisa dikendalikan sehingga menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.
Tentunya, untuk mencegah perilaku remaja yang gemar tawuran ini diperlukan langkah yang tepat. Bukan hanya sebatas teguran saja, tetapi juga melalui sistem pendidikan yang tepat, dimulai dari rumah, lingkungan masyarakat, sekolah, serta sanksi yang memberikan efek jera —diterapkan oleh negara bagi pelaku tawuran.
Sekularisme Penyebabnya
Sistem sekularisme yang diterapkan di negeri inilah penyebabnya. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan telah membuat remaja berperilaku bebas serta tidak memedulikan halal dan haram. Perilaku seperti ini merupakan hasil dari pendidikan sistem sekuler yang mengesampingkan adab, akhlak, dan kurikulum yang tidak bersandar pada akidah Islam.
Selain itu, remaja yang lahir dari asuhan sekularisme adalah remaja yang serba boleh. Mereka bebas berekspresi. Begitupun dengan kondisi mentalnya, rusak. Mereka mudah tersulut emosi dalam mengahadapi berbagai persoalan, bahkan hanya untuk hal-hal yang sepele saja harus menggunakan kekerasan. Artinya, mental remaja saat ini begitu lemah, hilang kendali, dan bermasalah.
Negara sebagai pengurus rakyat, seharusnya memberikan pendidikan yang mampu membentuk kepribadian remaja yang bermental kuat, tidak mudah emosional, dan tidak mudah melakukan tawuran. Sayangnya, semua ini tidak mampu terwujud. Sebaliknya, kondisi remaja saat ini kian hari bertambah rusak, brutal, dan minim adab.
Solusinya Hanya Islam
Islam adalah agama yang sempurna yang mampu memecahkan berbagai persoalan kehidupan. Sebab, Islam bukan agama ritual saja, tetapi sekaligus mabda yang mampu memberikan jawaban atas berbagai problematika seluruh umat manusia, termasuk kasus tawuran yang digemari remaja.
Islam memandang bahwa remaja adalah kunci utama peradaban gemilang dengan segenap potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu, untuk menggali dan menyalurkan potensinya tersebut diperlukan pembinaan secara menyeluruh, mulai dari akidah hingga akhlak agar terbentuk generasi emas yang mampu mengembalikan masa kegemilangan Islam.
Pada masa kegemilangan Islam, banyak sekali lahir para pemuda tangguh yang mampu memimpin dan berani pada kebenaran, di antaranya Ali bin Abi Thalib, Mushab bin Umair, Muhammad Al-Fatih, Usamah bin Zaid, Zaid bin Tsabit, dan masih banyak lagi para pemuda yang berani berjuang serta mengerahkan semua potensinya untuk Islam. Sosok-sosok pemuda tersebut adalah hasil dari pendidikan Islam.
Negara Islam akan mencetak generasi gemilang melalui pendidikan Islam yang mampu membentuk kepribadian remaja berlandaskan akidah Islam. Setiap mata pelajaran akan mengaitkannya dengan keimanan kepada Allah Swt. sehingga tumbuh pada diri mereka sikap merasa diawasi dan baik buruknya standar perbuatan berdasarkan kacamata Islam.
Dapat dipastikan, remaja dalam sistem Islam akan senantiasa dapat mengisi waktu luangnya dengan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dalam setiap aktivitasnya, remaja Islam hanya mengharapkan keridaan Allah Swt.. Remaja seperti ini akan merasa puas dan bahagia tatkala kehidupannya sesuai dengan aturan Sang Pencipta.
Oleh karenanya, perlu disadari bersama bahwa solusi tuntas untuk mengatasi remaja yang gemar tawuran adalah dengan membuang sistem buatan manusia yang rusak dan merusak. Kemudian kembali kepada sistem yang sahih, yaitu sistem buatan Sang Pencipta yang menjadi solusi bagi umat manusia yang diterapkan secara kafah di bawah naungan Khil4f4h. [CM/Na]
Views: 32






















