Drakor dalam Pop Culture Menghancurkan Identitas Pemuda

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Semenjak 2002 Drama Korea (Drakor), K- Pop, dan bentuk Pop Culture (Budaya Populer) lainnya menjadi terkenal di Indonesia. Bisa kita analisis bahwa film yang dijual ke tanah air ini adalah program pop culture. Artinya budaya pop ini sudah lama muncul di tengah-tengah masyarakat dan terus berkembang pesat di setiap tahunnya. Terakhir kali konser Blackpink yang digelar beberapa bulan lalu.

Tidak hanya itu, jadwal film baru pada paruh kedua 2023 ini akan ditayangkan. 11 drama yang dibintangi oleh artis teranama seperti Do Kyung Soo atau D.O EXO, Ma Dong Seok, Kim Seon Ho, Ju Jin Hoon dan artis lainnya sudah dinantikan para penggemar, Minggu (18-6-2023).

Budaya pop ini sangat diminati para pemuda, khususnya anak Indonesia. Tidak hanya menarik perhatian pemuda dan para pekerja, tetapi para ibu-ibu juga gemar nonton drakor untuk hiburan sekaligus menghilangkan stres setelah lelah bekerja atau mengurusi pekerjaan rumah tangga. Padahal sikap individualis, hedonis, konsumtif, dan pragmatis adalah dampak dari budaya populer ini.

Sangat miris, nilai- nilai yang lahir dari budaya pop menjauhkan individu dari masyarakat. Sikap ini akan memengaruhi ketimpangan sosial di Indonesia. Banyak kasus lemahnya mental anak muda yang tidak mampu berinteraksi dengan orang-orang di sekitar mereka. Saat mendapati masalah, bunuh diri akhirnya menjadi solusi.

Di sisi lain, pada aspek gaya hidup seperti fashion, konsumsi, dan kebiasaan yang mengikuti cara Barat menjadi ketergantungan. Akhirnya kaum kapitalis memupuk keutungan mereka dari sikap muslim yang hedon. Pemilik Viu, Netflix, WeTv, iQIYI, dan aplikasi drakor lainya juga naik daun. Apalagi pengguna internet terbesar ternyata adalah para remaja.

Identitas sebagai muslim hilang ketika mereka rela meninggalkan salat dan kewajiban lainnya hanya demi film. Maka penting sekali untuk kita renungi kondisi generasi saat ini. Rapatkan barisan untuk merebut kembali para pemuda dan membentengi mereka dengan akidah Islam. Tetap semangat dan istikamah mendakwahkan Islam di tengah-tengah masyarakat.

Rusita, S.Pd.
Sampit, Kalimantan Tengah [CM/NA]

Views: 27

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *