Individualistis Akibat Kapitalisme

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Penemuan dua jasad tinggal kerangka di salah satu rumah di Perumahan Bukit Indah membuat heboh media sosial. Kedua mayat tersebut, yakni seorang ibu berinisial GAH (64) dan anaknya berinisial DAW (38) yang diduga sudah lama membusuk ditemukan di kamar mandi rumahnya dan hanya tersisa tulang belulang (7-9-2023).

Mirisnya lagi, penyebab kematian ibu dan anak sampai sekarang belum di ketahui. Penemuan jasad dalam waktu yang cukup lama merupakan hal yang tak wajar di tengah-tengah masyarakat dan seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah atau masyarakat itu sendiri.

Minimnya kepedulian masyarakat sekitar mencerminkan bahwa dalam kehidupan sosial saat ini telah bergeser. Rasa empati dan kemanusiaan berubah menjadi apatis dan individualistis. Sikap buruk masyarakat tak lepas dari penerapan sistem kapitalisme sekuler sehingga sifat individualisme melekat di setiap individu masyarakat. Bahkan karakteristik inilah yang menjadi peradaban kapitalisme sekuler.

Semua ini akan terus terjadi dan berulang selama sistem sekularisme yang memisahkan agama dalam kehidupan diterapkan di negeri ini. Fakta menunjukan bahwa sangat jelas terlihat bahwa sistem saat ini telah merusak dan menjadikan kehidupan masyarakat tidak waras. Abainya terhadap lingkungan sekitar mengakibatkan tergerusnya fitrah manusia sebagai mahkluk sosial.

Islam dengan hukum syariatnya yang berasal dari Sang Pencipta manusia, yaitu Allah Swt. memiliki aturan lengkap dalam membangun kepedulian masyarakat dalam kehidupan bertetangga. Dalam sebuah hadis Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah Swt. dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (Muttafaq Alaih).

Memuliakan tetangga adalah wujud dalam masyarakat Islam, yakni dengan cara membiasakan sikap saling menghormati, menolong, dan peduli terhadap sesama. Sebagaimana yang ada dalam (QS Al-Maidah: 2), “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan bertakwalah. Janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, bertakwalah hanya kepada Allah Swt.. Sesungguhnya siksa Allah sangat berat.”

Oleh karena itu, kembali kepada hukum Islam adalah satu-satunya solusi yang akan menjadikan kehidupan sosial masyarakat berasaskan akidah Islam. Wallahu a’alam.

Umi Nadifah
Bekasi, Cikarang Barat [CM/NA]

Views: 62

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *