Oleh: Rizika Nur Azizah
Siswi SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan
CemerlangMedia.Com — PUISI
Dalam gulita hujan berselimut dendam
Kulukis sunyi di jendela kelam
Embun pun enggan meneteskan salam
Aku sekadar bayang yang nyaris tenggelam
Angin menggiring lirihku ke langit
Berdesah pilu dalam sunyi yang sempit
Dihujat dunia tanpa sebab yang legit
Disangka noda, meski hati bersih dan putih
Bersandar aku pada dinding bisu
Menggenggam sepi di dada yang kelu
Tiap seru luruh dalam waktu
Seolah semesta pun tak butuh aku
Mengapa benci tumbuh tanpa akar?
Rasa ditusuk bahkan sebelum sadar
Wajah-wajah menjelma belati halus
Menusuk pelan tanpa bekas yang putus
Gerimis tak reda, seperti dendam lama
Meringkuk tubuh di peluk cahaya yang purna
Tak satu tangan sudi menjabat luka
Hanya bayang yang turut bernapas lara
Andai kusimpan luka dalam cawan kaca
Kan tumpah ruah tanpa bisa dibaca
Namun kubiarkan hujan menjadi bahasa
Menampung tangis dalam diam yang lega [CM/Na]
Views: 26






















