Gerimis yang Mengaduh

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Rizika Nur Azizah
Siswi SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan

CemerlangMedia.Com — PUISI

Dalam gulita hujan berselimut dendam
Kulukis sunyi di jendela kelam
Embun pun enggan meneteskan salam
Aku sekadar bayang yang nyaris tenggelam

Angin menggiring lirihku ke langit
Berdesah pilu dalam sunyi yang sempit
Dihujat dunia tanpa sebab yang legit
Disangka noda, meski hati bersih dan putih

Bersandar aku pada dinding bisu
Menggenggam sepi di dada yang kelu
Tiap seru luruh dalam waktu
Seolah semesta pun tak butuh aku

Mengapa benci tumbuh tanpa akar?
Rasa ditusuk bahkan sebelum sadar
Wajah-wajah menjelma belati halus
Menusuk pelan tanpa bekas yang putus

Gerimis tak reda, seperti dendam lama
Meringkuk tubuh di peluk cahaya yang purna
Tak satu tangan sudi menjabat luka
Hanya bayang yang turut bernapas lara

Andai kusimpan luka dalam cawan kaca
Kan tumpah ruah tanpa bisa dibaca
Namun kubiarkan hujan menjadi bahasa
Menampung tangis dalam diam yang lega [CM/Na]

Views: 26

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *