Header_Cemerlang_Media

Yuk, Peluk Bahagia!

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Mom NaKiTa

CemerlangMedia.Com — Sedih kerap datang menyapa pada setiap insan. Rasa tak karuan juga singgah dalam dada, seolah dunia berisi kesusahan semata. Terkadang bisikan setan menghampiri. Kesedihan yang dalam menorehkan luka batin tak berujung. Seringkali bujuk rayu setan dituruti, akhirnya nyawa lepas dari raga karena polah diri yang tanpa pikir. Astagfirullah, ngeri ya, ketika duka tak tersolusi.

Sedih dan bahagia itu datang dari Sang Pencipta. Setiap jiwa yang bernyawa telah Allah anugerahkan naluri untuk mempertahankan diri. Naluri yang berwujud rasa suka, duka, marah, sedih, bahagia, cinta, kasih, dan sayang. Semua insan punya hal itu. Tentu ada kendali pikiran dan panduan hidup sehingga naluri tadi terlaksana sempurna.

Sedih, susah, dan tak bahagia terkadang datang menghadang. Ketika akal pikiran tak berfungsi sempurna, maka ia tak akan memahami panduan hidup sehingga kesedihan akan menghantarkan pada kesengsaraan. Ketika sedih tak dilandasi iman, maka dia akan mencari kebahagiaan tanpa pedoman. Dia akan melakukan hura-hura untuk melupakan kesedihan. Astaghfirullah, luar biasa pengaruh rasa sedih itu. Semoga Allah jauhkan rasa sedih berlebihan pada jiwa kita.

Bahagia itu sederhana saja. Tak harus berpunya, tak harus berpura-pura. Sebab, bahagia itu adalah rida menerima segala ketetapan Allah. Kita cukup ikhlas, pasrah, dan nurut pada aturan-Nya. Niscaya rasa bahagia bisa kita peluk setiap detik.

Bahagia juga berkaitan dengan keimanan. Rasa percaya full kepada Allah Sang Pencipta manusia, bumi, dan seisinya akan menumbuhkan ketenangan jiwa. Pikiran positif berkumpul dalam benak sehingga segala aktivitas lancar jaya. Mari kita pahami firman Allah Swt. dalam Qur’an surah Al-Fath ayat 4:

هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَ زْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ

“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

Ada sebuah jaminan bahwa mukmin itu dilindungi Allah, segala aktivitasnya terlaksana dengan sempurna. Tak ada lagi rasa sedih bersemayam dalam jiwa, tak ada lagi tumpukan kesedihan tak berujung. Perasaan tak karuan pergi tanpa diminta. Sebab, mukmin yang hebat dan tangguh hanya percaya kepada Allah, bukan kepada bujuk rayu setan. Jadi, tetaplah teguh pada keimanan, percaya penuh kepada Allah, pakailah aturan Allah dalam kehidupan ini. Insyaallah memeluk bahagia itu bukan impian, tetapi kenyataan.

Bahagia yang kita rasa akan sempurna, jika standar kebahagiaan itu rida Allah. Kita bisa mengidentifikasi hal itu saat kebahagiaan tersebut melibatkan orang tua. Kita bahagia dan bisa menularkan kebahagiaan itu kepada kedua orang tua juga. Masyaallah, bahagia yang berkah.

Terkadang kita lupa akan standar kebahagiaan itu. Jika bahagia berlebih yang kita rasakan, apalagi kebahagiaan itu menyangkut harta dunia, kita cenderung pikun mendadak. Pikun yang tanpa sengaja karena ketempelan materi yang lebih. Jadilah muncul sedikit rasa sombong dalam diri. Ketahuilah wahai manusia, bahagia itu sumbernya ketaatan pada Ilahi. Bahagia yang tercipta dari ketaatan kepada Ilahi akan terasa hakiki, tak menimbulkan rasa sombong dalam diri.

Kebahagiaan akan makin berarti tatkala seorang hamba berusaha mendekatkan diri kepada Sang Pemilik alam. Jika rida Allah sudah kita dapatkan, maka langkah kehidupan kita makin ringan. Beban berat kehidupan yang singgah akan pergi dengan sukarela.

Bahagia, bahagia, dan bahagia akan selalu menghampiri kita, meskipun ribuan kesedihan menghadang. Sebab, kita punya Allah, tempat meminta kebahagiaan hakiki. Maka, taatilah segala perintah-Nya, berusaha menjauhi segala larangan-Nya. Insyaallah, bahagia senantiasa kita peluk. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an