Bestie, Luv U

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Penulis: Aidelfitri

CemerlangMedia.Com — Bestie, siapa pun kamu di dunia ini, kamu adalah bestieku. Bukan karena aku sok kenal tentangmu atau sok dekat, tapi karena kamu dan aku terlalu jauh melangkah hingga kita sama-sama lupa.

Bestie, jika suatu saat aku tak bisa bertemu denganmu, maka aku minta pada Allah agar mempertemukan kamu dengan kata-kataku. Tentang rasa resah dan gelisah selama aku mengenalmu di dunia nyata. Maafkan aku jika kata-kataku terkesan mengguruimu, tapi yakinlah, suatu saat kau akan tau bahwa aku sangat sayang kamu.

Cerita tentangmu tidak pernah ada habisnya, Bestie. Selalu membuatku kagum, bahagia, menangis, terharu, tersenyum, bahkan sampai tak habis pikir. Kamu yang selalu ada di benakku, tentang cinta, pengorbanan, pengkhianatan, bahkan tentang kehilangan. Aku berusaha berpaling darimu, tapi aku tak mampu.

Bestie, kau buatku bergerak menulis kisahmu, kisah yang tak pernah bisa membuatku melupakanmu. Sebenarnya aku malu mengutarakan lewat lisanku tentangmu, bahkan tentang kita karena aku tak mampu untuk itu. Izinkan aku untuk bisa mengutarakan ini lewat penaku, aku berharap one day, kamu tau aku sangat mencintaimu, memperdulikanmu, bahkan aku berharap kita akan pulang bersama dengan cara yang indah dan maafkan aku.

Bestie, jika bertemu lewat nyata, aku khawatir akan menjadi luka, maka kuutarakan rasaku lewat kata agar tak ada rasa yang merasa jumawa. Bestie, sebelum kuutarakan apa yang menjadi kebimbanganku dan kebinguanganmu, maka kumohon dengan sangat, izinkan aku bercerita tentang kita, tentang tanggung jawabku untuk selalu menjagamu hingga kita pulang bersama.

Bestie, luluhkan virus merah jambumu karena kita begitu rapuh. Jangan sampai kita lumpuh.

Rasa resahku tentangmu pernah kurasakan saat aku tak mampu untuk menempatkan pada tempat yang tepat. Tempat yang seharusnya tumbuh dan sesuai kodratnya. Ya, dia terasa sangat halus, bahkan sulit untuk diusir dari diri dan jiwa yang kerdil.

Namanya si pink merah jambu. Datang tiba-tiba, tapi bisa merubah segalanya. Meruntuhkan sendi hati yang hanya tertuju pada satu kata, yaitu anak adam. Sulitnya aku menghilangkan rasa saat virus itu menjangkitiku, bahkan saat di mana pun berada, seolah ia selalu mengikutiku.

Ruang tidur, ruang tamu, bahkan hingga ke toilet pun, virus itu selalu membayangiku. Jangan sampai ia melenakanmu hingga sulit untuk melepaskan, bahkan hingga terbuai sampai menyesal kemudian.

Bestie, pernah dirasa dan alami yang sama, seolah jadi bagianku untuk mengingatkanmu tentang virus yang bisa menyesalkalkan, bahkan naudzubillah, bisa mematikan. Berapa banyak dari kita, Bestie, khususnya kaum hawa yang menjadi korban virus merah jambu. Ada yang kehilangan keper4w4n4n, hilang nyawa, hingga menghilangkan nyawa darah dagingnnya sendiri, naudzubillah.

Bestie, dahsyatnya cinta pernah tidak hanya lewat mata semata. Bahkan tanpa melihat pun, nyatanya cinta bisa menjadi bisa bagi manusia yang hanyut oleh kedahsyatannya. Contoh nyata, banyak korban cinta yang tertipu dari dunia maya.

Bestie, ceritaku mungkin sedikit dari cerita yang betapa rapuhnya manusia ketika virus merah jambu datang melanda hati yang ingin akan perhatian lawan jenis. Puber pertama jadi awal langkah setan meruntuhkan hati yang sedang berbunga-bunga oleh rasa yang tak tertata. Bestie, ceritaku sekelumit pengalaman.

Cerita tentang masuk no hape baru yang tak aku kenal ke hapeku. WA itu selalu ada dan kadang telepon berdering berkali-kali. Seiring berjalannya waktu, karena perhatiannya lewat kata-kata yang biasa datang ketika pagi, siang dan malam, membuat aku tak mampu melumpuhkann rasa itu tumbuh.

Perhatiannya padaku tak bisa aku hindari hingga Allah menegurku lewat kehadirannya yang tak nyata dengan rencana kami yang ingin bertemu. Qodarullah, Allah tak mempertemukan kami dan memberikan pelajaran terbaik bahwa lelaki di balik hape berdering itu bukanlah jodohku.

Bestie, itu cerita tentangku, tentang cinta yang hinggap, namun hanya sebentar dalam hatiku lalu menghilang tanpa pesan. Maka kukatakan padamu bahwa manusia itu sangat rapuh dengan si pink yang bikin hati pening, bahkan bisa buat kantong kering.

Untukmu Bestie, di manapun kamu berada, jadikan cinta sebagai anugerah indah yang bisa membawa kita ke surganya. Bila cinta tak dianggap anugerah, maka pantas dari kita, Bestie, sebagai korban dari kaum Adam yang ingin memanfaatkan kita kaum Hawa sebagai korbannya atas nama cinta.

Banyaknya fakta atas nama cinta seolah menjadi tontonan yang pada akhirnya menjadi tuntunan sehingga gelap mata dan semoga kelak, kita dan anak cucu kita tak jadi korban selanjutnya atas nama cinta. Bestie, ceritaku hanya pada tataran dunia tak nyata, bagaimana dengan dunia nyata yang begitu banyak kita lihat di televisi?

Bahkan, keluarga sendiri yang pacaran dianggap biasa saat ini. Akankah kita biarkan dan diamkan, lalu menjadikan hal itu biasa saja? Seolah kemaksiatan di depan mata lumrah dan membiarkan diri kita masuk menjadi bagian dari yang melakukan kemaksiatan dan membiarkan kemaksiatan itu, naudzubillah.

(*Naskah ini original, tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 39

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *