#30HMBCM
Penulis: Dini
CemerlangMedia.Com, FABEL — Hari ini, Bimbi sibuk sekali. Kedua adiknya masih harus terus dibimbing dan diarahkan dengan cermat. Lengah sedikit saja, mereka bisa keluar ke area yang berbahaya.
Berkali-kali Bimbi menarik adik-adiknya agar tetap berada di wilayah aman karena para pemangsa sudah menunggu di luar area dengan sabar, menunggu lengahnya para korban. Sang penjaga sudah mulai kelelahan dan tertidur di bawah pohon rindang.
Bimbi dengan sabar dan cermat terus mengawasi adik-adiknya. Di bawah pohon lain, ibu Bimbi sedang bersandar pula, tubuhnya lemah karena sakit sehingga Bimbi yang mengambil alih tugas ibunya.
Tanpa sadar, Bimba, salah satu adik Bimbi mulai berjalan ke area yang berbahaya. Keluar dari rombongan domba-domba yang merumput bergerombol. Bimba sedang asyik mencari pucuk-pucuk tanaman yang masih hijau. Sementara Bimbi masih mengawasi si Bambi, adiknya yang paling kecil sedang asik makan di sekitar ibunya yang sedang beristirahat.
“Mbeeeek…..mbeeeek…..mbeeek,” tiba-tiba terdengar suara teriakan seekor domba. Bimbi menoleh ke arah suara itu.
Ah…itu…bukannya si Bimba. Betapa terkejutnya Bimbi melihat Bimba sedang berusaha melarikan diri dari terkaman seekor serigala. Seekor serigala berusaha mencengkeram kakinya.
Bergegas Bimbi berlari ke arah penjaga yang tertidur. Dia berusaha membangunkan anjing-anjing penjaga itu.
“Mbeeek…mbeeek …. Kak Juju… Kak Juju … bangunlah… tolonglah adikku, “seru Bimbi panik. Dia sangat cemas karena adiknya dalam bahaya. Adiknya meronta-ronta sekuat tenaga berusaha melepaskan diri dari cengkeraman seekor serigala yang sedari tadi mengintai di balik semak-semak. Beruntungnya tidak ada gerombolan serigala yang lain.
“Gukk… gukk… guukk…. Ada apa, Bimbi?” sahut seekor anjing penjaga ketus. Karena tidurnya terganggu suara keributan Bimba dan lolongan serigala.
“Tolonglah… adikku…. Kak Ju…ju. Dia… dalam… bahaya,” seru Bimbi panik terbata-bata sambil menunjuk ke arah adiknya, Bimba yang dicengkeram oleh seekor serigala.
Menyadari bahaya yang mengintai salah satu domba yang dijaganya, Juju, sang anjing penjaga segera berlari ke arah serigala itu diikuti anjing-anjing lainnya. Dan terjadilah pertarungan sengit antara anjing-anjing penjaga dengan serigala itu.
Dengan perlawanan yang gigih dan rasa tanggung jawab atas amanah yang diberikan tuannya untuk menjaga domba-domba itu, serta pertolongan dari Allah Swt., maka akhirnya Bimba berhasil diselamatkan. Serigala itu melarikan diri dari anjing penjaga yang terlatih. Serigala itu berlari masuk ke hutan.
Dengan tertatih-tatih, Bimba berjalan ke arah ibu dan saudara-saudaranya.
“Alhamdulillah…. Alhamdulillah… terima kasih, Ya Allah, atas pertolongan-Mu,” tangis ibu Bimbi sembari memeluk Bimba yang masih meringis kesakitan akibat gigitan serigala tadi.
“Terima kasih, Kak Juju dan teman-teman atas pertolongannya sehingga Bimba bisa diselamatkan,” ucap Bimbi terharu bahagia kepada anjing penjaga.
“Lain kali, kau harus jaga adikmu baik-baik. Syukurlah, Allah masih melindunginya sehingga masih bisa diselamatkan,” ujar Kak Juju tegas.
Memang hidup di alam bebas, apalagi di padang rumput yang luas ini, segala bahaya bisa mengancam siapa saja, apalagi binatang yang lemah seperti domba. Mereka tidak memiliki kemampuan membela diri apabila sendirian.
Tanpa menunggu waktu senja tiba, rombongan domba itu segera diarahkan pulang ke kandang agar Bimba bisa segera diberikan pengobatan atas luka-lukanya.
Perlahan, tetapi pasti, rombongan domba itu meninggalkan lapangan rumput hijau dengan dijaga ketat oleh anjing-anjing penjaga itu.
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 30






















