#30HMBCM
Oleh: Putri Halimah, M. Si.
CemerlangMedia.Com — PUISI
Layaknya sebuah cita, ia tak selalu menemui bahagia
Mimpi yang dirajut dengan perkasa, akhirnya menemui kecewa
Harapan yang begitu megah terpatri, nyatanya membawa manusia lupa diri
Begitupun cinta, maka sewajarnya saja
Mekarlah sewajarnya, sebab ketika kau layu, dunia berubah
Ia merelakanmu mati dan terkubur menjadi tanah
Kau masih mencintai tangisan ini, sedang ia berlapang dada
Jangan kau cerita kemalangan kisahmu, sedang ia menertawakanmu
Tolong engkau lupakan dan maafkan linangan air mata
Yang lupa caranya berhenti dan menuju muara kepedihan
Kau harus kuat, kau harus hebat, kau harus indah
Barang kali kau adalah bunga pertama dan terakhir bagi yang akan memetiknya
Demi jiwa yang berada dalam genggaman-Nya
Tidak ada yang lebih pantas bahagia selain engkau, hamba-Nya
Mencintai jalan pulang yang penuh dengan semerbak harum bunga
Hanyutlah engkau dalam munajat akibat luka yang menganga
Bagaimana bisa engkau hancur dan melepas asa
Sedang ada yang siap memelukmu dengan hangat
Mencintai kesakitan adalah kebodohan seorang manusia
Tumbuhlah dan mekarlah kembali, teduhmu memikat [CM/Na]
Views: 47






















