Generasi Tanda Tanya

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Penulis: Yulweri Vovi Safitria
Bab 7 Mencari Jawaban di Mesin Pencari

CemerlangMedia.Com — Hani duduk di sofa ruang tamu, matanya terpaku pada layar ponsel. Air matanya sudah kering, tetapi rasa panik di dadanya belum mereda. Suaminya baru saja kehilangan pekerjaan dan tagihan bulanan terasa mencekik.

“Bagaimana cara mendapatkan pinjaman modal tanpa riba secepatnya?” ketiknya di kotak pencarian.

Dalam hitungan detik, Hani disuguhi ratusan link dan iklan: Pinjaman Syariah Cepat Cair, Tip Kaya Instan Menurut Islam, Hukum Jual Beli Kripto.

Hani menghabiskan dua jam mengklik setiap tautan, membandingkan ulasan, dan membaca kesaksian-kesaksian. Ia mencari jawaban cepat yang bisa menghilangkan beban di pundaknya. Hani lupa bahwa di sudut ruang tamu itu, terlipat rapi sajadahnya, tempat ia biasa mengadu kepada Yang Maha Kaya.

Hani adalah muslimah yang taat. Ia percaya pada qada dan qadar Allah. Begitu pula rezeki untuk setiap hamba-Nya. Namun, dalam situasi darurat, ia secara otomatis mendahulukan logika digital daripada logika iman.

Setiap merasa takut akan masa depan, Hani mencari artikel tentang financial planning. Setiap merasa insecure, Hani mencari kiat self-love. Setiap merasa sakit, Hani mencari diagnosa online. Ia lebih banyak menggunakan mesin pencari sebagai ritual baru untuk mengatasi kecemasannya.

Namun sayangnya, makin banyak informasi yang Hani dapatkan, makin sedikit tawakal yang ia miliki. Hani memang mendapatkan puluhan tools duniawi, tetapi ia kehilangan alat spiritual paling ampuh, yaitu doa.

Suatu malam, Hani sedang mencari review bisnis online terbaru. Tiba-tiba ponselnya mati karena kehabisan baterai. Ruangan itu seketika menjadi gelap dan sunyi.

Tanpa layar yang bercahaya, pikirannya dipaksa berhenti. Hani mendengar suara hati kecilnya berbisik, “Hani, engkau mencari petunjuk di ratusan halaman, mengapa engkau lupa pada Al-Fatihah, surah yang paling sering kau baca?”

Hatinya berdesir tak menentu. Ada rasa yang tidak bisa ia ungkapkan.

Hani pun beranjak dan menyalakan lampu. Lalu mengambil wudu dan menggelar sajadah. Hani berdiri menghadap kiblat dan memulai salat.

Dalam sujudnya, Hani menangis sejadi-jadinya, menceritakan semua ketakutan, semua tagihan, semua kebingungannya. Ia tidak lagi meminta solusi instan atau tip cepat kaya. Hani hanya memohon ketenangan hati dan rida atas takdir yang sedang ia jalani.

Selesai salat, Hani merasakan kedamaian yang tidak pernah ia temukan di ribuan link internet. Beban di dadanya tidak hilang, tetapi kekuatan untuk memikulnya bertambah.

Hani sadar, mesin pencari memang memberinya informasi tentang kesulitan, tetapi tidak memberikan ketenangan. Hanya Allah yang memberinya ketenangan sekaligus kekuatan untuk melewati berbagai ujian hidupnya.

Mulai hari itu, Hani tidak berhenti mencari ikhtiar duniawi, tetapi ia mengubah urutan prioritasnya. Setiap kali muncul masalah, sajadah adalah search engine pertamanya. Setelah ia mendapatkan kepastian dari Allah melalui doa, barulah ia mencari ikhtiar duniawi sebagai wujud tawakal.

Hani telah berhenti mencari jawaban yang terpisah dari iman. Kini ia mengintegrasikan iman ke dalam setiap pencarian. Ia tahu bahwa solusi terbaik bagi setiap muslim selalu berawal dari menundukkan diri di hadapan Sang Pemberi rezeki. Namun terkadang, godaan duniawi lebih mendominasi hatinya. Apalagi saat-saat sulit menghantam dirinya.

Hani pun menyadari bahwa Allah akan memudahkan urusannya, termasuk persoalan rezeki. Ia yakin, Allah akan menyelesaikan urusannya. “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS Ath-Thalaq [65]: 3). [CM/Na]

Views: 42

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *