Giok Putih Nona Myeonghwa

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Penulis: Adine Azaria
Bab 3 Puluhan Tahun Silam di Dunia Islam

CemerlangMedia.Com — Bukan hanya Goryeo dan Dinasti Song yang dibuat hancur, terpuruk, dan ditaklukkan oleh Mongol. Bangsa tersebut selain menginvasi ke timur, juga menginvasi ke barat, yaitu wilayah Kekhalifahan Abbasiyah.

Invasi ini dipimpin oleh Hulagu Khan, cucu dari Genghis Khan, dan adik dari Mongke Khan yang saat itu menjadi Kaisar Mongol dan mendapatkan gelar Khagan Agung. Masyarakat muslim menyebutnya sebagai Perang Tartar, istilah yang populer di kalangan muslim meskipun itu bukan nama resminya.

Mush’ab kecil sedang duduk di pangkuan kakeknya yang sudah sangat sepuh, kakek Ahmad yang berusia delapan puluh tahun. Beliau sering menceritakan kisah-kisah nyata mengenai kondisi umat Islam yang saat itu sedang kelam dengan bahasa ringan yang mudah dimengerti oleh anak-anak.

Saudara dari kakek Ahmad bernama Amirudin, adiknya yang paling kecil, menjadi pasukan keamanan untuk khalifah Al-Musta’sim. Amirudin gugur di tangan pasukan Mongol saat ditugaskan untuk menjaga benteng kota Baghdad dari serangan musuh.

Kakek Ahmad mengelus rambut cucunya sambil berkata, “Mush’ab, maukah kau kuceritakan lanjutan kisah kemarin, tentang Amirudin si pemberani yang ditugaskan menjaga benteng Baghdad, Kota tempat tinggal kita ini?”

“Mau, kakek! Dia pasti gagah sekali, ya, kan? Keren dengan baju zirah dan kuda hitamnya,” sahut Mush’ab kecil dengan wajah berseri-seri dan mata berbinar-binar. Dia suka sekali dengan cerita pahlawan super hero Islam yang selalu dituturkan oleh kakeknya.

Kakek Ahmad tersenyum sedih. Raut wajahnya menampakkan kepahitan. Andai saja dia memiliki fisik sekuat Amirudin, ia juga ingin menjadi pasukan militer Islam di zamannya. Namun sayangnya, kebutaan yang ia derita sejak lahir tak bisa mengantarkannya pada impiannya.

Akhirnya kakek Ahmad memilih menjadi pedagang saja. Ia berdagang dibantu oleh keluarganya pada awalnya, lalu dibantu oleh istri dan anak-anaknya setelah menikah dan berkeluarga. Ia tak mau berpangku tangan meski tidak bisa melihat. Beruntung kakek Ahmad memiliki keluarga yang sangat mendukung dan mengasihinya, sehingga dia bisa belajar dan berlatih mandiri untuk mencari nafkah, walaupun tidak seoptimal orang yang masih punya indera penglihatan.

Kakeh Ahmad menggenggam tangan Mush’ab seraya berkata, “Wahai cucuku, dengarlah. Kisah ini mungkin bukan hal yang menyenangkan. Tapi ambillah pelajaran yang berharga darinya. Kuharap kau dan keturunanmu nanti yang akan memberikan perubahan baik dan sumbangsih untuk kemaslahatan umat Islam nantinya.”

“Iya, kakek. Serahkan saja padaku, hehehe,” jawab Mush’ab dengan ceria. Ia saat itu belum mengerti betul maksud ucapan kakeknya. Hanya kepolosan dan semangat positif seorang anak kecil cerdas berumur lima tahun yang menghinggapi hati dan pikirannya.

Kakek Ahmad mulai bercerita, sambil pikirannya terbang melayang melawati ruang dan waktu. Meskipun buta, kakek Ahmad selalu punya saudara-saudara, keluarga besar, rekan sesama pedagang, saudagar-saudagar antar wilayah dan antar negara, dan orang-orang sekitarnya yang selalu bercerita dengan jujur. Jadi dia selalu tahu banyak sekali informasi dan mengumpulkannya dengan runut dan rapi di dalam ingatannya yang sangat bagus.

Saat itu tahun 1958, Kekhalifahan Abbasiyah sedang lemah dan persatuan ukhuwah islamiyyah sedang terpecah. Pusat Kekhalifahan yang berada di Baghdad hanya sebuah simbol saja. Dan para amir lokal (pemimpin lokal) yang lebih berkuasa atas otonomi daerah masing-masing. Baghdad masih sebagai pusat ilmu dan kebudayaan, namun lemah secara militer.

Pada saat kabar Mongol menaklukkan wilayah Rusia, sebetulnya Kekhalifahan Abbasiyah mulai sadar bahwa daerah muslim akan menjadi target penaklukkan berikutnya. Namun karena dunia Islam sedang terpecah belah, maka Mongol menjadi lebih mudah dalam menguasai umat Islam. Kaum muslimin terpecah menjadi beberapa golongan kekuasaan, yaitu Abbasiyah di Baghdad, Ayyubiyah di Mesir dan Syam yang merupakan keturunan dari Shalahuddin Al-Ayyubi, Seljuk Rum di Anatolia, dan Khawarezmia yang lebih dulu dihancurkan Mongol sejak tahun 1219 sampai 1221.

Pada tahun 1253 hingga 1258, Hulagu Khan diutus sebagai pemimpin untuk menginvasi dunia Islam di Timur Tengah. Hulagu memulai invasinya dari Persia, hingga tahun 1258 menjadi salah satu catatan suram sejarah umat Islam, yaitu jatuhnya Baghdad di tangan bangsa Mongol. Khalifah Al-Musta’sim wafat dan perpustakaan Bayt Al-Hikmah dihancurkan.

Saat Hulagu mundur pada tahun 1260, pasukan Mongol yang ada di Syam dipimpin oleh Kitbugha. Mongol juga ingin juga menginvasi Mesir. Maka terjadilah Pertempuran Ain Jalut, antara pasukan Mongol dengan pasukan Mamluk Mesir, perpaduan dari pasukan Sultan Qutuz dan Baybars. Kemenangan diperoleh kaum muslimin, sehingga ekspansi kekuasaan Mongol ke Afrika dan Arabia menjadi berhenti total.

Sisa dari keluarga khalifah dibawa ke Kairo oleh Sultan Mamluk. Dinasti Abbasiyah berlanjut di Mesir, namun tidak berkuasa, hanya legitimasi secara agama. Setelah itu Mamluk menjadi kekuatan muslim terbesar dan mengusir Mongol dari Suriah, serta menaklukkan benteng-benteng tentara Salib di bawah pimpinan Baybars 1.

Sedangkan wilayah Persia dan Irak masih di bawah kekuasaan Mongol, dipimpin oleh Ilkhanate yang menjadi cabang Mongol. Wilayah ini baru kemudian banyak yang masuk Islam di masa Ghazan puluhan tahun setelahnya, dan yaitu tahun 1295, tetapi bersikap tidak bersahabat dengan Mamluk.

Saat Kubilai Khan resmi mendirikan Dinasti Yuan, kaum Muslimin terbagi dalam tiga blok kekuasaan besar, yaitu Mamluk Mesir-Syam sebagai kekuatan utama Muslim, Ilkhanate Mongol di Persia-Iraq yang bermusuhan dengan Mamluk, dan Kesultanan Seljuk Rum di Anatolia. Selebihnya menjadi negara-negara kecil lain yang tersebar di India, Afrika Utara, dan Asia Tengah.

Perpolitikan Islam di Timur Tengah mengalami transformasi besar. Meski Kekhalifahan Abbasiyah telah runtuh di Baghdad, umat Islam belum menyerah dan pada akhirnya nanti kembali membai’at khalifah dan bangkit kembali Kekhalifahan Abbasiyah di Mesir.

Goryeo dan kaum muslimin sama-sama hidup di bawah bayang-bayang Mongol-Yuan di periode yang sama. Akan tetapi, berbeda dalam kedudukannya. Goryeo menjadi negara bawahan, sedangkan Dunia Islam tetap berdaulat di bawah kekuatan Mesir Mamluk. Pada masa saat Dinasti Yuan didirikan, Kubilai Khan banyak mempekerjakan kaum muslimin di Tiongkok dan Goryeo sehingga terjadilah pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, dakwah agama, perdagangan, dan sebagainya.

Dari era Genghis Khan, Mongol tidak memiliki cukup sumber daya manusia yang ahli di berbagai macam bidang untuk bisa menjadi sistem sebuah negara yang besar dan adidaya. Sedangkan kaum muslimin banyak yang cerdas, peradabannya maju, dan pedagangnya kaya.

Oleh karena itu, setelah berhasil menaklukkan Baghdad, Mongol banyak mengambil orang Islam yang ahli di bidangnya masing-masing, serta bersikap sangat toleran terhadap agama Islam. Pekerja muslim banyak dimasukkan dalam bidang sistem birokrasi, administrasi, keuangan, pengawas perdagangan, ilmuwan, bidang kesehatan, astronomi, matematika, penerjemah, arsitek, militer, dan lain sebagainya. Dinasti Yuan merupakan dinasti China/Tiongkok kuno yang paling kosmopolitan, dan para ahli dari kalangan Muslim berperan sangat besar dalam membentuk negaranya menjadi semakin maju dan berjaya.

(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 20

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *