Karya. Fawatifu Syu’ara
CemerlangMedia.Com — PUISI
Di halaman buku yang lama tak kubuka
Ada noda air entah dari hujan atau air mata
Tulisan tinta hitamnya mulai kabur
Seperti kenangan yang pelan-pelan minta dilupakan
Aku dengar rinainya lagi sore ini
Jatuh satu-satu di luar jendela
Membentur genting, meniti daun
Lalu berhenti di pangkuan tanah yang sabar
Ada wangi tanah basah yang datang
Membawa ingatan pada seseorang
Yang dahulu menulis namaku di ujung surat
Tanpa tahu, setiap hujan Adalah salam perpisahan
Kertas cerita kita kini, melengkung di tepi
Huruf-hurufnya berlari mencari makna baru
Barang kali begitulah takdir hujan:
Menghapus, tetapi juga menumbuhkan sesuatu
Maka biarlah
Aku biarkan hujan membacakan kisah ini
Dengan suara yang lembut
Dan jeda yang tak pernah usai
Anugerah-Nya tentang cerita
Tercatat dalam hujan kali ini
Biar memeluk logika
Tetap dalam ranah-Nya
Tersimpan mesra dalam hati
Kota Walet, 31 Oktober 2025 [CM/Na]
Views: 40






















