Oleh: Iztania Balqis
CemerlangMedia.Com — PUISI
Saat penantian, diri ini menepi
Merenungi perjalanan panjang penuh arti
Kaki tertusuk duri tanpa terasa
Namun, diri hanya pandangi luka
Luka ditorehkan insan berjanji
Dibumbui seutas kawat berduri
Rumah impian yang berharap menyemai damai
Nyatanya kadang membuat diri ingin usai
Rumah impian yang tak mungkin kutinggal pergi
Tempat berteduh selama menempa diri
Namun, uji berduri dari mereka yang bercahaya
Diri pun hanya diam tanpa kata
Insan berselimut cahaya ilmu
Namun, sebagian adab tersisih dari laku
Andai bukan karena Ilahi
Ingin rasanya kupergi
Hati terus bisikkan diri
Bertahanlah hanya untuk Ilahi
Tak ada insan tanpa cela
Tak usah lagi pandangi laku yang membuat luka
Adapun insan berjanji yang mengingkari
Bukti pintu hidayah milik Ilahi
Sekuat diri terus menginginkan
Ingatlah, tugas hanya menyampaikan
Ikhlaslah wahai hati
Sabarlah wahai diri
Teruslah berjalan meski penuh duri
Semua demi kehidupan abadi [CM/NA]
Views: 23






















