Karya: Riska Purmawati
Siswa SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan
CemerlangMedia.Com — PUISI
Awan gelap mewakili rasa
Perasaan yang tak kunjung terucap
Langit terus muram, seolah tahu
Betapa rapuh hati yang hancur luluh
Angin kencang datang menerpa,
Membawa suasana tak menentu
Redup canda, tawa pun sirna—
Terbenam bersama ego dan luka yang membatu
Suasana menegangkan, diam membeku
Tiada penyesalan,
Hanya kata-kata yang setajam pisau, menggores jiwa
Tanpa kau sadari, betapa perihnya
Seperti hujan yang datang tanpa undangan,
Mengacaukan langkah dan arah tujuan
Aku gelisah, tersesat di lorong-lorong
Tak lagi kutahu ujungnya ke mana
Aku seperti angin yang lupa arah,
Takut pada semua yang terjadi
Malam menjadi saksi paling jujur,
Betapa hancurnya hati ini, sendiri
Tetapi mungkin,
Luka ini adalah peta yang perlahan menuntunku kembali
Bukan kepada diriku yang dahulu,
Tetapi pada diriku yang baru [CM/Na]
Views: 30






















