Ketika Hati Tak Lagi Pulang

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Karya: Riska Purmawati
Siswa SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan

CemerlangMedia.Com — PUISI

Awan gelap mewakili rasa
Perasaan yang tak kunjung terucap
Langit terus muram, seolah tahu
Betapa rapuh hati yang hancur luluh

Angin kencang datang menerpa,
Membawa suasana tak menentu
Redup canda, tawa pun sirna—
Terbenam bersama ego dan luka yang membatu

Suasana menegangkan, diam membeku
Tiada penyesalan,
Hanya kata-kata yang setajam pisau, menggores jiwa
Tanpa kau sadari, betapa perihnya

Seperti hujan yang datang tanpa undangan,
Mengacaukan langkah dan arah tujuan
Aku gelisah, tersesat di lorong-lorong
Tak lagi kutahu ujungnya ke mana

Aku seperti angin yang lupa arah,
Takut pada semua yang terjadi
Malam menjadi saksi paling jujur,
Betapa hancurnya hati ini, sendiri

Tetapi mungkin,
Luka ini adalah peta yang perlahan menuntunku kembali
Bukan kepada diriku yang dahulu,
Tetapi pada diriku yang baru [CM/Na]

Views: 30

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *