Mas, Adabmu Mana?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Ummu Al-Fatih

CemerlangMedia.Com — Toni dan asisten pribadinya menjadi bulan-bulanan masyarakat karena kelakuannya yang dinilai tidak beradab. Sebagai wakil ketua RW, seharusnya ia memberi contoh kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di sekeliling Toni.

“Kamu pindah ke sana! Di sini tempat Mas Toni.” Ujar asisten pribadi Toni sambil mengusir salah satu jemaah salat Jumat.

Pak Rakim, jemaah yang berusia hampir 60 tahun itu keberatan disuruh pindah. Apalagi khatib sudah naik mimbar, pertanda rangkaian salat Jumat segera dimulai. Terlebih lagi, Pak Rakim datang duluan.

“Udahhh, sanaaa…!” Asisten Toni bicara setengah berteriak sambil mendorong Pak Rakim.

Jemaah yang lain memandang Toni yang baru datang dengan kesal. Salah seorang jemaah membantu Pak Rakim yang sempat terhuyung.

“Dia yang datang terlambat, kenapa orang lain yang disuruh pindah? Dasar tidak punya adab,” sungut sebagian jemaah.

“Iya nih, kalau mau di depan, datangnya duluan!” bisik yang lain.

Minimnya adab Toni sangat menyakitkan hati, padahal seharusnya ia menghormati orang yang lebih tua. Apalagi Toni seorang pejabat, sungguh tidak pantas bertindak demikian. Terlebih lagi dalam sebuah majelis, menyuruh orang lain bergeser saja tidak boleh, apalagi memintanya pindah tempat.

Bukannya minta maaf, Toni justru memperkarakan masyarakatnya sendiri. Sikap arogannya makin membuat seluruh masyarakat di lingkungan RW makin kesal dan ilfil terhadap laki-laki itu.

Sedari awal, masyarakat sudah tidak suka jika Toni sebagai wakil RW. Bukan hanya karena sikapnya yang temperamental, tetapi juga karena lagaknya yang sok berkuasa. Meskipun tidak memenuhi syarat, para aktor di balik layar bermain cantik untuk meloloskannya menjadi wakil RW.

Tangan dingin ayahnya yang juga pejabat turut memuluskan jalan Toni. Jadilah dia makin petantang petenteng, seolah dunia miliknya. Toni juga dielu-elukan bak pemimpin paling hebat, seolah tidak ada yang lebih hebat darinya.

Bukan sekali ini saja Toni dan keluarganya berbuat ulah. Beberapa waktu lalu, salah seorang jemaah masjid jatuh pingsan karena dilarang asisten ayah Toni untuk salat di masjid. Bapak tersebut meregang nyawa setelah ditendang karena tidak menghiraukan larangan itu.

Toni dan ayahnya setali tiga uang. Sama-sama suka pencitraan di depan publik. Ia sama sekali tidak peduli dengan masyarakat, yang terpenting syahwat kekuasaannya terpenuhi. Wajah innocent-nya mampu memikat masyarakat sehingga mereka lupa dengan penderitaan yang dibuat sang pejabat. Entah sampai kapan mata masyarakat terbuka dan melihat kerusakan yang dibuat oleh pejabat idolanya. [CM/Na]

Views: 16

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *