Otak Bulus Lelaki

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Penulis: Nur Rahmawati, S.H.
BAB 2 Janji Surgawi, Perlakuan Neraka: Modus Lama yang Diulang Baru

CemerlangMedia.Com — Ada satu kalimat yang sering keluar dari lelaki yang pandai bersandiwara:
“Aku ingin bersamamu mencari bekal ke surga.”

Kalimat yang tampaknya mulia, terdengar Islami, dan bikin hati perempuan meleleh lebih cepat daripada cokelat yang ditaruh di dashboard mobil. Betapa tidak, siapa yang tidak ingin diseret menuju kebaikan? Siapa yang menolak lelaki yang tampaknya paham agama?

Masalahnya, banyak dari mereka yang mengucapkannya tidak sedang menunjukkan jalan ke surga. Mereka justru sedang membuka pintu neraka… pelan-pelan… manis-manis… dan perempuan tidak menyadarinya sampai semuanya terlambat, perut tekdung (hamil) tanpa ikatan nikah, Na’udzubillah.

Modus ini sebenarnya bukan barang baru. Zaman dulu namanya rajulun munafiq, lelaki munafik, yang lisannya memuji agama, tapi langkahnya menjauhi kebenaran. Zaman sekarang, upgrade sedikit: jadi spesies romansa Islami palsu.

Mereka tahu perempuan salihah suka kalimat yang lembut dan bernuansa agama. Jadi mereka pakai kalimat itu seperti memoles sepatu: mengkilap di luar, tapi dalamnya tetap penuh noda.

Lihat saja, kata “surga” yang suci itu, bisa dipakai untuk apa saja:
Untuk rayuan, untuk pembenaran, bahkan untuk membuka percakapan yang ujung-ujungnya syahwat.

“Kalau kamu jadi istriku, insyaAllah aku akan pimpin kamu.”

Padahal dia bahkan memimpin dirinya sendiri pun tidak becus. Salatnya bolong, akhlaknya goyang, tapi mulutnya sibuk bicara tentang surga, seolah surga itu diwariskan oleh bapaknya.

Ada juga tipe lain yang lebih licik: Mengemas niat buruk dengan kalimat manis.

“Cuma kamu yang bikin aku merasa dekat sama Allah.”

Padahal kedekatannya dengan Allah bahkan tidak sebesar jarak antara kening dan sajadah.
Dan yang paling ironis, perempuan yang mendengar itu sering kali luluh, karena mereka pikir:

“Akhirnya ada lelaki yang serius, yang punya orientasi akhirat.”

Padahal orientasinya… akhirat palsu. Allah sudah memberi peringatan sejak ribuan tahun lalu, dan ayatnya sangat cocok untuk scene lelaki macam ini:

“Di antara manusia ada yang mengatakan ‘kami beriman kepada Allah dan hari akhir’, padahal mereka tidak beriman.” (QS. Al-Baqarah: 8)

Inilah janji surgawi yang cuma lisan. Di mulutnya ada lafaz iman, tapi di hatinya ada permainan. Karena lelaki yang betul-betul ingin mengajak wanita ke surga, tidak akan melakukannya lewat jalan yang menuju jurang.

Ia tidak akan memulai dengan pujian yang memabukkan. Tidak akan meminta hal-hal yang melanggar batas. Tidak akan menyentuh hati wanita tanpa komitmen nyata.

Mengajak ke surga itu berat. Tanggung jawabnya besar. Sementara lelaki akal bulus justru menjadikan kata “surga” sebagai tiket gratis untuk mendekati wanita tanpa perlu kerja keras. Lelaki jenis ini biasanya memulai dengan penampilan “soleh minimalis”:

Foto profil pakai gamis
Caption pakai ayat
Status WA berisi nasihat
Tapi isi hatinya seperti trotoar: semua orang bisa lewat.

Mereka pintar membangun citra, mendekati wanita yang tampak religius, lalu memainkan drama “aku ingin memperbaiki diriku bersamamu”. Seolah-olah perempuan itu malaikat turun dari langit, padahal mereka sendiri tidak punya niat memperbaiki apa pun.

Akhir cerita? Bukan pernikahan. Bukan komitmen. Tapi luka berkepanjangan, air mata yang tidak pernah diberi ganti rugi, dan hati yang patah karena ditarik ke surga, lalu dibanting ke bumi.

Janji surgawi itu memabukkan karena perempuan cenderung percaya pada kebaikan. Perempuan memandang dari rasa. Dan dari situlah akal bulus itu bekerja.

“Kalau kamu tidak dekat denganku, kamu akan kehilangan bimbingan.”

Padahal yang membimbing itu bukan dia, tapi hawa nafsu yang ia ikuti.

“Kalau kamu pergi, aku takut jadi nakal lagi.”

Ini lebih lucu. Apa perempuan adalah remnya? Kalau dia tanpa perempuan kembali ke maksiat, berarti imannya seenteng tisu basah.

“Kalau kita menikah nanti, aku mau kamu jadi partner ibadahku.”

Tapi ketika diminta melamar, jawabnya: “Aku belum siap.”

Lho, tadi siap ke surga, sekarang ke KUA saja gemetar? Ini jelas bukan ajakan menuju surga. Ini ajakan menuju ketergantungan. Ajakan menuju hubungan tanpa arah, tanpa akad, tanpa kejelasan. Dan semua itu… atas nama agama.

Dalam tsaqofah Islam, lelaki punya dua nilai penting: qiwamah (kepemimpinan) dan amanah (tanggung jawab).

Kalau dua ini tidak ada, maka semua kalimat surgawi itu cuma hiasan belaka. Seorang lelaki yang benar-benar ingin membimbing ke surga tidak akan memulai hubungan dengan kata-kata manis, tapi dengan adab.

Tidak memulai dengan janji, tapi dengan bukti. Tidak memulai dengan “aku ingin kamu jadi istriku nanti”, tapi dengan kalimat paling sederhana dan paling jantan di dunia:

“Aku datang bersama keluargaku.”

Itu baru surga. Selain itu, cuma promosi. Perempuan yang cerdas bukan yang bisa membaca semua tipu daya lelaki. Tapi yang tahu bahwa janji surgawi tanpa tindakan adalah neraka kecil yang dimulai dari rayuan.

Kamu tidak perlu lelaki yang menjanjikan surga. Kamu perlu lelaki yang takut neraka. Karena lelaki yang takut neraka tidak akan mempermainkanmu. Dan kalau pun dia terlambat datang, percayalah: Allah tidak pernah terlambat mengganti sesuatu yang kamu lepaskan karena Dia.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Termasuk lelaki yang menjanjikan surga, tapi membawamu ke arah sebaliknya.

(*Naskah ini original, tidak disunting oleh editor CemerlangMedia)

Views: 31

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *