Oleh: Fawatifu Syu’ara
CemerlangMedia.Com — PUISI
Ada manis dalam tatapan
Pahit dalam perpisahan
Asin di sudut mata yang menahan
Dan asam rindu yang menggantung di udara
Rasa,
Tak selalu bisa diterjemahkan
Kadang ia hadir seperti hujan di musim kemarau
Kadang lenyap seperti bayangan di balik cahaya
Rasa,
Menyelinap di sela tawa
Menyatu dalam genggaman tangan
Atau berdiri sendiri di sudut sunyi
Menunggu untuk dikenali
Mungkin rasa ini tak bernama, tapi ia hidup
Di dada yang bergetar
Di langkah yang ragu
Di detik-detik yang kita genggam erat
Namun tak pernah bisa kita miliki sepenuhnya
Rasa sejati itu milik-Nya
Ketika kita berada di titik nadir
Jiwa kuat membangkitkan sebab kuasa-Nya
Si Pemilik hati, Maha Membolak-balikan hati
Samuda, 27 Februari 2025 [CM/NA]
Views: 13






















