Sekejap yang Abadi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Karya: Bayyana Dzaraura
Siswi SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan

CemerlangMedia.Com — PUISI

Dalam riuh permainan hagemoni
Namamu layaknya pelapa mentari
Dirimu bergema seperti refraksi
Padahal kau hanya bayang tanpa ilusi

Ceruk mimpi yang tak kujamah
Hanya angan asmaraloka abu-abu
Setelah kutahu, bagai kalbu yang terdayuh
Risak perasaan menyerbu pikiranku

Aku, sang khilapha tercekik oleh kata
Pada yang mendekap tanpa kuminta
Anitya rasa layu dalam hampa
Citta memilih dama chandra

Di hari urgensi kugenggam langit tinggi
Menelan diri demi chandra afeksi
Kau setuju, laksana bulan merunduk senja
Sekejap yang abadi dalam sunyi luka

Kutitip rindu pada angin lalu
Bukan takut, tetapi karena tahu malu
Kau mungkin sangka rasa ini semu
Padahal diamku adalah cara mencintaimu [CM/Na]

Views: 29

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *