Karya: Bayyana Dzaraura
Siswi SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan
CemerlangMedia.Com — PUISI
Dalam riuh permainan hagemoni
Namamu layaknya pelapa mentari
Dirimu bergema seperti refraksi
Padahal kau hanya bayang tanpa ilusi
Ceruk mimpi yang tak kujamah
Hanya angan asmaraloka abu-abu
Setelah kutahu, bagai kalbu yang terdayuh
Risak perasaan menyerbu pikiranku
Aku, sang khilapha tercekik oleh kata
Pada yang mendekap tanpa kuminta
Anitya rasa layu dalam hampa
Citta memilih dama chandra
Di hari urgensi kugenggam langit tinggi
Menelan diri demi chandra afeksi
Kau setuju, laksana bulan merunduk senja
Sekejap yang abadi dalam sunyi luka
Kutitip rindu pada angin lalu
Bukan takut, tetapi karena tahu malu
Kau mungkin sangka rasa ini semu
Padahal diamku adalah cara mencintaimu [CM/Na]
Views: 29






















