Adab: Mahkota Kehidupan dan Kehormatan Diri

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Yulweri Vovi Safitria
Managing Editor CemerlangMedia.Com

Ilmu tanpa adab bisa melahirkan kesombongan. Kekayaan tanpa adab bisa melahirkan kesewenang-wenangan. Namun, adab, walaupun didampingi ilmu yang sederhana, akan melahirkan kemuliaan bagi kita.

CemerlangMedia.Com — Kita sering kali terjebak dan terbuai oleh hiruk pikuk dunia hingga lupa menengok ke dalam diri kita, menghabiskan waktu berjam-jam untuk memoles penampilan fisik, mengejar popularitas, mengejar gelar akademis tertinggi, mengejar validasi, atau mengumpulkan materi. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa nilai sejati tidak terletak pada apa yang diraih, melainkan pada bagaimana sikap kita terhadap diri, orang lain, dan Allah Azza wa Jalla.

Nilai seorang manusia sekaligus mahkota kehormatan yang tidak lekang oleh zaman adalah adab, budi pekerti, etika, dan tata krama. Adab merupakan bahasa hati yang tidak pernah berbohong sekaligus sebagai cerminan dari diri kita. Adab menyampaikan pesan paling jujur tentang siapa diri kita sesungguhnya.

Kekayaan mungkin saja bisa menipu, jabatan bisa saja palsu. Begitu juga popularitas, bisa jadi ada buzzer yang bekerja agar kita selalu dikenal. Akan tetapi, cara kita memperlakukan orang lain yang tidak bisa memberi manfaat apa pun terhadap kita adalah bukti otentik dari kemuliaan jiwa.

Jika hati dipenuhi kesombongan, kita akan mudah meremehkan. Jika hati dipenuhi rasa syukur, kita akan lemah lembut dan menghargai orang lain. Dalam hal ini, adab berfungsi sebagai filter yang menyaring keburukan batin dan hanya memancarkan keindahan akhlak. Lantas, bagaimana tuntunan syariat?

Pertama, adab terhadap diri sendiri. Hal ini terkait dengan bagaimana kita berinteraksi dengan kesadaran dan nurani. Salah satu contohnya adalah menjaga lisan agar tidak ghibah, fitnah, dan kata-kata buruk lainnya. Lisan yang beradab merupakan cerminan dari pikiran yang bersih.

Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat.” Kata Ibnu Rajab, “Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291).

Selain itu, kita perlu pula untuk mengendalikan amarah. Sebab, amarah merupakan bara api yang bisa membakar diri sendiri atau orang lain. Adab akan memilih memadamkan bara itu dengan kesabaran, bukan membiarkannya membakar orang lain. Oleh karena itu, menggunakan waktu untuk hal-hal yang produktif dan bernilai ibadah merupakan salah satu cara untuk menghindarkan diri dari aktivitas yang sia-sia.

Kedua, adab terhadap sesama. Ini adalah fondasi dasar agar hubungan dalam persahabatan ataupun masyarakat terjalin dengan baik sebagaimana tuntunan Islam. Senyum, salam, ucapan terima kasih, dan permintaan maaf yang tulus merupakan hal yang paling berharga daripada harta.

Ketiga, adab terhadap Sang Pencipta. Ketundukan dan ketaatan kepada Allah Taala adalah sumber dan tujuan dari segala adab. Adanya kesadaran akan hubungan dengan Allah (idrak sillah billah) akan menuntun kita untuk senantiasa memiliki akhlak yang baik dan beradab. Tanpa adab kepada Allah, adab kita kepada manusia akan rapuh.

Terkait hal ini, melaksanakan perintah-Nya bukan sekadar rutinitas, melainkan dengan hati yang ikhlas dan penuh kerendahan. Senantiasa bersyukur bahwa segala nikmat adalah anugerah dan segala ujian adalah takdir terbaik dari-Nya.

Mungkin kita mengeluh, tetapi jangan sampai menyalahkan takdir Ilahi. Sebab, apa pun yang terjadi dalam hidup kita merupakan ketentuan Allah Subhanahu wa Taala. Kita hanya perlu melakukan kebaikan dan ibadah yang berkualitas secara berkelanjutan. Selalu istikamah dalam ketaatan dan kebaikan, meskipun berbagai ujian sering kali menggoyahkan iman kita.

Demikian pentingnya adab sehingga para ulama pun mengarahkan kita untuk belajar adab sebelum ilmu. Dalam Siyar A’lamin Nubala’ karya Imam Adz Dzahabi disebutkan bahwa Abdullah bin Wahab berkata, “Yang kami nukil dari (Imam) Malik lebih banyak dalam hal adab dibanding ilmunya.”

Sementara itu, Ibnul Mubarok berkata, “Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun, sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berinvestasi pada adab. Sebab, pada saat kita meninggalkan dunia ini, orang lain tidak akan mengingat saldo rekening ataupun jabatan terakhir kita, melainkan kelembutan lisan, ketulusan sikap, dan kebaikan adab yang kita pancarkan yang akan selalu mereka kenang.

Mari jadikan adab sebagai pakaian sehari-hari kita. Biarkan adab menjadi cermin paling sejati dari diri kita. Sungguh, Allah akan mengangkat derajat kita di antara manusia dan di sisi-Nya.

Orang alim mengatakan, ilmu tanpa adab bisa melahirkan kesombongan. Kekayaan tanpa adab bisa melahirkan kesewenang-wenangan. Namun, adab, walaupun didampingi ilmu yang sederhana, akan melahirkan kemuliaan bagi kita.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan umatnya untuk selalu berdoa agar memiliki adab dan akhlak yang mulia.

اللَّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau. Dan palingkanlah kejelekan akhlak dariku, tidak ada yang memalinggkannya kecuali Engkau.” (HR Muslim). [CM/Na]

Views: 51

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *