Berbagi atau Pencitraan, Islam Punya Jawaban

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HNBCM

Oleh: Purwanti
Pendidik Generasi

CemerlangMedia.Com — Pernahkah kamu menonton video seseorang berbagi rezeki kepada kaum papa? Dewasa ini, begitu banyak orang yang menuntut pengakuan dengan cara yang terkadang merendahkan orang lain. Islam tidak melarang untuk berbagi rezeki, tetapi berbagilah dengan cara yang baik.

Allah Swt. berfirman di dalam QS Al Baqarah ayat 264 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (gundul). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

Ayat ini memerintahkan kepada orang yang beriman untuk tidak membatalkan pahala sedekah dengan perbuatan seperti menyakiti hati si penerima atau menyebut-nyebut pemberian. Sebab, hal ini adalah kebiasaan orang munafik yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan perbuatan ini bisa berubah menjadi dosa jika melukai hati seseorang.

Lebih lanjut, orang yang bersedekah karena riya’ sama seperti orang yang menafkahkan hartanya untuk dilihat manusia. Bahkan, Allah mengumpamakan Swt., seperti tanah yang berada di atas batu kemudian ditimpa hujan lebat, maka yang tertinggal hanya batu yang licin. Amal yang terlihat banyak, tetapi di hadapan Allah tidak berarti apapun atau kosong total.

Fenomena konten kreator zaman sekarang yang butuh validasi sangat dekat dengan bahaya ini. Banyak konten yang berisikan video berbagi, seperti uang, sembako, atau bantuan kepada orang miskin. Konten ini tampak baik secara lahiriah, tetapi dicela Allah Swt..

Sudah jamak diketahui, video konten berbagi sambil merekam wajah penerima dan memperlihatkan kondisi mereka sebenarnya demi menaikkan engagemen atau mencari viewer, bahkan simpati publik.

Hal ini wajar terjadi, sebab standar hidup mereka adalah manfaat. Segala hal yang mendatangkan kemanfaatan akan dilakukan. Standar hidup ini hadir dari ideologi kapitalisme sekuler, yaitu pandangan hidup yang tidak diatur agama. Dalam ideologi ini, Tuhan dan agama hanya diletakkan di tempat-tempat ibadah, sedangkan di kehidupan umum mengikuti kemauan diri sendiri.

Berbeda halnya dalam Islam. Kehidupan ini wajib mengikuti aturan Allah Swt., sebab Dia adalah satu-satunya Zat yang berhak membuat hukum. Oleh karenanya, manusia melakukan perbuatan termasuk membuat video konten harus berdasarkan syariat Islam, yaitu sesuai dengan perintah dan larangan Allah Swt..

Tidak hanya itu, ada hal yang harus diperhatikan saat berbuat kebaikan, seperti berbagi. Sebagai seorang muslim, berbuat baik bukan dilihat dari kuantitas, tetapi kualitas perbuatannya. Kualitas perbuatan seorang muslim dapat dicapai dengan dua hal, yaitu,

Pertama, melakukan perbuatan mesti ikhlas. Yang dimaksud ikhlas adalah berbuat tanpa mengharapkan balasan dari siapa pun. Menurut Imam Ibnu Qayyim dalam kitab Madarij as-Salikin hal.90-100, ikhlas adalah memurnikan amal dari segala sesuatu selain Allah Swt.. Dalam kitab lainnya, Imam Ibnu Qayyim mengatakan bahwa amal tidak akan naik (diterima) jika padanya terdapat bagian untuk selain Allah.

Kedua, sesuai aturan hukum syarak. Allah Swt. telah menjelaskan bahwa
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu….”

Maka selayaknya, bagi seorang muslim berbuat sebagaimana yang sudah dijelaskan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw..

Kedua hal ini harus dipenuhi secara sempurna. Jika hanya niat saja yang benar, tetapi cara melakukannya tidak sesuai dengan hukum syarak, maka amal (perbuatannya) akan tertolak. Begitupun jika kebalikannya.

Oleh karena itu, sedekah atau berbagi yang dicampuri riya’ atau disertai dengan mengungkit dan menyakiti, akan gugur pahalanya seperti debu yang hilang dari atas batu ketika turun hujan. Tidak menyisakan apa pun untuk pelakunya di akhirat.

(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 20

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *