Change Your Life (Ubah Hidupmu)

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM2

Oleh: Lailatul Maulina

CemerlangMedia.Com — Perubahan sering diartikan sebagai suatu keadaan peralihan seseorang dari sesuatu yang tampak saja dari diri dan segala sesuatu yang dia miliki. Misalnya, seseorang yang dahulunya tidak memiliki kendaraan berupa mobil, dianggap berubah di saat dirinya kemudian memiliki sebuah mobil. Juga seseorang yang dahulunya gemuk dianggap berubah ketika di kemudian hari menjadi ramping atau kurus. Padahal sejatinya, perubahan adalah suatu hal yang tidak dapat sedemikian mudahnya dibuat-buat dan diartikan dengan hal yang begitu sederhana. Singkatnya adalah perubahan hanya bisa terealisasi dengan adanya pemahaman yang utuh terkait kehidupan itu sendiri sehingga menjadikan pribadi seseorang terus lebih baik dan teguh dalam kebenaran.

Kebenaran inilah, yang harus dicari oleh seseorang ketika ingin menjadikan dirinya berubah secara nyata dan bukan karena ikut-ikutan tren saja. Kenapa demikian? Sebab, tidak ada yang namanya suatu hal yang dibanggakan, kecuali ketika perubahan itu menuju pada hal yang positif, bukan justru sebaliknya, pada hal yang negatif.

Kalau saat ini, mungkin benar dan salah itu seakan tidak lagi menjadi pertimbangan yang begitu diutamakan. Artinya, selama dapat mendatangkan keuntungan dan manfaat, semua hal bisa dilakukan. Terlebih jika nilai kebenaran tidak lagi ada di dalam menuntun kehidupan di dunia.

Bahkan parahnya, agama seakan berusaha dijauhkan dari kehidupan. Tidak sedikiit yang menilai bahwa hidup yang penting makan dan berkecukupan. Sedangkan terkait sumber perolehan harta bukanlah masalah yang besar, sebab seakan masalah pertanggungjawaban menjadi urusan nanti. Baik itu memakan harta orang lain atau hal yang tidak halal lainnya bukanlah masalah besar, sebab seakan hanya babi yang dinilai haram.

Seseorang yang ingin berubah selalu ingin membawa dirinya untuk terus berhati-hati agar tidak sedikit pun terperangkap dalam buaian setan pada segala hal yang Allah murkai. Dirinya sadar jika memang ingin berubah, egonya ia turunkan sesuai apa yang Allah atur. Otak yang Allah anugerahi akan ia jadikan sebagai bahan dirinya untuk terus dan terus belajar. Bukan berat sebelah antara ilmu umum dan ilmu agama. Keduanya ia pelajari sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya selama hidupnya. Ia tidak pernah meremehkan ilmu sekecil apa pun, bahkan di dalam otaknya, ada keseimbangan antara ilmu umum dan ilmu agama.

Dengan demikian, keseimbangan ilmu itulah yang membuat dirinya berpikir lebih luas dan mampu menganalisis setiap hal tanpa perlu teracuni oleh penilaian dan pengaruh negatif dari orang lain di sekitar. Dari situlah dirinya mampu bersikap dengan baik dan benar.

Sikap yang muncul itu tidak serta-merta sebatas apa yang dia tiru dari sekitar. Semua atas pengetahuan yang luas dan proses berpikir di dalam otaknya yang menghasilkan keutuhan sikap murni tanpa pencitraan. Dirinya sadar dengan sikapnya dan secara konsisten benar-benar menjadi baik. Hal ini disebabkan oleh pemikiran yang sudah lurus terkait sikap yang boleh ataupun yang terlarang. Sikapnya itu akan terus ada menghiasi dirinya yang senantiasa terpancar dengan atau tanpa pengakuan dan penilaian dari manusia.

Gaya atau style yang tampak dari dirinya pun bukan karena fomo pada tren atau pada hal yang tengah viral. Gayanya apa adanya, karena itulah yang terpancar dari dirinya tanpa meniru atau mengikuti siapa pun. Dirinya memakai apa yang ada tanpa peduli apa yang orang lain kenakan. Selama style-nya tidak menyalahi syariat, maka akan terus demikian.

Selain semua hal itu, seseorang yang sudah paham tentang perubahan, maka mereka akan terus berpikir dan bersikap tanpa paksaan sesuai dengan prinsip yang ia pegang. Artinya, ia sudah punya prinsip yang tertanam kuat tanpa perlu ia ganti hanya karena penolakan atau citra buruk dari manusia lain. Prinsipnya konsisten dan tidak mudah digoyahkan oleh pengaruh sekitar. Dirinya sudah punya kekuatan abadi yang akan terus ada di dalam dirinya.

Kekuatan itu yang akan terus memudahkan setiap langkah dan cita-citanya. Kekuatan itu yang akan selalu ada sehingga kelemahan tidak lagi ia pedulikan. Kekuatan itu yang selalu mengarahkan segala kelemahan yang ada di dalam dirinya untuk terus bertahan. Ketahanan di dalam dirinya memuat dirinya harus terus memetakan mana yang perlu dilakukan dan mana yang perlu di-skip agar hidup terus berjalan tanpa ada yang memengaruhi kualitas dirinya.

Semua hal yang ia anggap tidak bernilai akan terus dia jauhi atau bahkan ia benci, sebab itu yang akan menguras energi dan menyita waktunya secara cuma-cuma. Nilai dirinya tidak layak disandingkan dengan hal-hal yang tidak berbobot sehingga banyak hal yang perlu di-skip dari kehidupannya.

Perubahan hidup orang menuju level yang lebih tinggi bukan sekadar pada penampilan. Mindset di dalam otak dibenahi, atitude senantiasa lurus, style apa adanya, teguh pada prinsip, kekuatannya cukup dari Sang Pencipta, dan semua yang tidak selaras dengan value dirinya tidak akan pernah ragu untuk ia skip.

*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 19

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *