#30HMBCM
Oleh: Lailatul Maulina
CemerlangMedia.Com — Sebelum membahas lebih jauh mengenai perencanaan, mungkin kamu pernah merencanakan atau bahkan banyak sekali rencana yang ingin dicapai secara maksimal. Ada beberapa hal yang perlu kamu tahu agar semua rencanamu benar-benar efektif.
Sekarang fokus dulu sembari membaca tulisan ini dengan tenang. Perencanaan yang merupakan proses intelektual tidak akan mampu berhasil dengan berpikir apa adanya, apalagi dengan emosi yang tidak stabil. Walau pun banyak yang ingin diterima apa adanya, tetapi perencanaan yang efektif butuh kamu yang ada apanya. Maksudnya, perencanaan butuh kamu yang tidak baperan dan tidak egois. Lanjut, kalau kamu ingin punya perencanaan yang hebat dan berhasil, maka ketahui dulu beberapa hal:
Pertama, kamu adalah perencana untuk dirimu sendiri.
Kamu mengatur segala apa pun yang ingin atau bahkan tidak ingin kamu lakukan. Terkadang tidak perlu persetujuan siapa pun, kamu bisa memilah dan memilih aktivitasmu. Mulai dari buku apa yang kamu baca, kampus atau sekolah yang kamu pilih, hingga lingkungan pertemanan, pasti karena beberapa pertimbangan.
Bahkan, bisa saja kita hanya mengikuti tren atau hal-hal yang viral saja. Semua ada alasannya, jadi tidak ada seorang pun yang melakukan sesuatu tanpa alasan yang pasti. Bahkan, bisa saja karena desakan, mau tidak mau kita harus mengambil suatu tindakan. Kalau sudah terdesak, apa pun bisa kita lakukan, apalagi kamu tidak punya gambaran terkait akibat dari pilihanmu itu. Maka dari itu, kamu harus punya bekal ilmu dulu agar nantinya tidak menyesal.
Kedua, belajarlah memahami kondisi dirimu.
Perencanaan bukan sekadar memetakan hendak melakukan suatu hal karena penasaran atau coba-coba. Perhatikan dirimu sekarang dengan berbagai potensi yang ada, mungkin ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Mungkin juga perlu menganalisa kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dengan kondisimu sekarang. Ini akan memberikan pandangan mengenai sejauh mana kesiapan dirimu ke depan.
Sebab, dengan hal ini, kamu bisa tahu kapan dan ke mana langkahmu akan dimulai sehingga tidak membuatmu kepayahan. Jika keadaanmu belum siap atau bahkan bertolak belakang dengan tujuan, maka perencanaan tidak akan membuahkan hasil apa pun.
Sebagai perencana, kamu harus mampu membayangkan pola kegiatan dengan jelas. Baik itu dari usulan orang lain atau mungkin dari hasil berpikirmu. Pertimbangkan berbagai hal agar tidak menghambat rencanamu. Paling utama yang perlu diperhatikan adalah tujuan yang sudah kamu tentukan. Dengan begitu, kamu bisa menggariskan jalannya kegiatan tanpa harus membuang-buang waktu dan tenaga.
Ketiga, mengenali tujuanmu dengan baik.
Sebelum melangkah lebih jauh, kamu harus mengingat kembali tujuanmu. Tujuanmu itu akan memberikan arah dan maksud atas setiap langkahmu. Jika masih ragu, mungkin karena ada celah yang belum kamu pahami dari tujuanmu, maka segera atur kembali tujuanmu.
Jangan sampai ketidak pahamanmu dan adanya pengaruh dari luar dirimu, membuat tujuan yang sudah ada menjadi pudar atau bahkan berubah. Dengan begitu, akan lahir kekuatan motivasi yang akan memunculkan tindakan membimbing segala usahmu secara efektif dan akan membantumu meminimalisir usaha-usaha yang sia-sia.
Jika kamu seorang muslim, perhatikan tujuanmu diciptakan oleh Penciptamu. Beribadah merupakan tujuan penciptaan yang begitu mulia bagimu. Jadi, jangan melakukan hal yang tidak selaras dengan tujuanmu diciptakan karena itu hanya akan menjadi kesia-siaaan atau bahkan berujung pada penyiksaan yang abadi di akhirat kelak.
Kembali pada pembahasan mengenai perencanaan, kamu sebagai manajer dirimu sendiri perlu untuk terus mencoba memandang ke depan. Jangan pernah menjadikan ujian masa lalu sebagai penghambat langkahmu, tetapi jadikan pelajaran agar lebih berhati-hati dan lebih bijak menghadapi rintangan yang menghadang.
Ujian itulah yang akan menguatkan langkahmu sehingga membentuk dirimu untuk siap menghadapi hal-hal yang tidak terduga. Maka petakan kegiatan dan melangkahlah dengan teratur untuk mencapai tujuan itu.
Perencaan akan efektif apabila didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan akan situasi yang sebenarnya tanpa mengenyampingkan informasi dari Sang Pencipta. Emosi dan keinginan tidak akan membawamu pada kesuksesan rencanamu karena perencanaan adalah proses intelektual yang membutuhkan kecerdasan.
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 15






















