Penulis: Zakiah Ummu Faaza
Perlu disadari bersama bahwa solusi tuntas atas permasalahan game online adalah dengan mencampakkan sistem buatan manusia yang berasal dari akal yang serba terbatas, rusak dan merusak, kemudian menerapkan sistem sahih yang berasal dari Sang Pencipta.
CemerlangMedia.Com — Game online merupakan permainan berbasis teknologi yang pada dasarnya merupakan alat untuk hiburan bagi siapa saja, termasuk anak-anak. Namun, sangatlah disayangkan, game online banyak mengandung konten kekerasan dan kejahatan yang dapat menginspirasi pemain untuk menirunya, seperti bullying, bunuh diri, teror bom di sekolah hingga pembunuhan.
Sebagaimana dilansir dari portal daring, pihak kepolisian telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan teror bom terhadap sepuluh sekolah di Kota Depok, Jawa Barat. Pelaku melakukan ancaman yang menimbulkan rasa takut, keresahan pada lingkungan sekolah.Tersangka berinisial HRR (23) dan berstatus sebagai mahasiswa. Ia dijerat dengan UU ITE dan KUHP (cnnindonesia.com, 26-12-2025).
Hal ini membuktikan bahwa game online yang sering kali menjadi permainan dan santapan anak-anak sehari-hari, tidaklah aman bagi generasi. Platform digital tersebut tidak netral, banyak nilai dan ajaran yang merusak perilaku dan mental generasi, dikemas dalam bentuk game yang menarik, sementara orang tua ataupun anak sebagai pengguna tidak menyadarinya.
Jika dicermati, ruang digital ini tidak memberikan manfaat sama sekali bagi anak-anak, bahkan merugikan. Demi game online mereka rela membuang waktu berlama-lama, diam tanpa bergerak, tidak bersosialisasi dengan masyarakat, meninggalkan amanah, tugas sekolah, hingga ibadah. Mereka juga rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit secara terus-menerus untuk hal yang tidak bermanfaat dan merugikan tersebut.
Tanpa disadari, game online makin lama merusak jiwa dan mental anak, seperti depresi, emosi yang tidak terkendali hingga bunuh diri. Artinya, game online sangatlah berbahaya bagi penggunanya. Mereka yang kecanduan game online pada hakikatnya telah dimanfaatkan oleh kapitalisme global untuk meraup keuntungan tanpa memedulikan kerusakan generasi dan kehidupan manusia.
Kapitalisme Penyebabnya
Sistem kapitalisme yang diterapkan di negeri ini adalah penyebabnya. Sistem ini yang asasnya menuhankan materi dan mengejar keuntungan semata, menyebabkan game online makin marak dan merusak mental generasi. Belum lagi dalam konten game online, tidak ada filter ataupun aturan sama sekali sehingga membuat penggunanya kebablasan.
Negara sebagai pengurus rakyat seharusnya memberikan perlindungan kepada anak-anak dari masifnya konten-konten game online yang tidak terkendali dan merusak. Sayangnya, negara saat ini tidak mampu mengendalikan dan menjaga generasi dari bahaya kerusakan akibat game online dengan konten kekerasan.
Tentunya, keberadaan game online harus segera dihentikan karena akan menimbulkan bahaya bagi generasi, baik fisik maupun psikis. Persoalan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, harus dituntaskan hingga ke akarnya karena akan menambah daftar korban berikutnya serta melahirkan generasi yang tidak berkualitas.
Solusinya Hanya Islam
Islam adalah agama sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan dan mampu memecahkan problematika umat manusia, termasuk permasalahan game online yang merusak generasi. Islam memandang bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban kelak dan ada hisabnya, apalagi perbuatan tersebut menyebabkan kerugian dan kerusakan di tengah masyarakat.
Islam mewajibkan negara menjaga dan melindungi generasi dari segala bentuk kerusakan dengan cara struktural. Sebab, hanya negaralah yang mampu menghentikannya dengan kebijakan dan kekuasaan yang dimilikinya, seperti memblokir, memberikan sanksi yang menimbulkan efek jera bagi provider game tersebut. Artinya, hegemoni ruang digital oleh kapitalisme global harus dilawan dengan kekuatan kedaulatan digital.
Negara Islam akan mengantisipasi kerusakan generasi melalui tiga pilar utama, yaitu ketakwaan individu yang membentuk kepribadian generasi melalui pendidikan Islam, baik di rumah ataupun di sekolah sehingga mereka merasa diawasi oleh Allah Swt.. Alhasil, mereka akan takut untuk melakukan perbuatan yang sia-sia, apalagi dosa.
Ditambah lagi kontrol di tengah masyarakat melalui sikap yang diwajibkan syariat sebagai umat terbaik, yaitu amar makruf nahi mungkar atau saling mengingatkan dan menasihati dalam kebenaran. Begitupun pencegahannya yang efektif oleh negara, yakni dengan pembatasan atau pemblokiran media sosial dari konten yang merusak anak.
Dengan demikian, persoalan game online yang merusak generasi tidak bisa diselesaikan secara individu, tetapi harus struktural karena saling berkaitan. Solusinya harus dari akarnya, yaitu dengan mengubah tatanan hidup saat ini dengan aturan Islam, mulai dari sistem politik, ekonomi, pendidikan, pergaulan sosial, dan budaya.
Oleh karenanya, perlu disadari bersama bahwa solusi tuntas atas permasalahan game online adalah dengan mencampakkan sistem buatan manusia yang berasal dari akal yang serba terbatas, rusak dan merusak, kemudian menerapkan sistem sahih yang berasal dari Sang Pencipta. Sistem yang diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan di bawah naungan Khil4f4h. Alhasil, akan terwujud generasi yang cerdas dan berkualitas. [CM/Na]
Views: 20






















