Header_Cemerlang_Media

Iduladha 2024: Mengapa Kita Masih Berbeda?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Endah Dwianti, S.E., CA., M.Ak.
(Pengusaha)

CemerlangMedia.Com — Setiap tahun, perbedaan dalam penentuan Iduladha antara berbagai organisasi Islam di Indonesia dan negara-negara muslim lainnya seperti Arab Saudi menjadi topik perdebatan hangat. Pada 2024 ini, perbedaan tersebut kembali terjadi, memunculkan diskusi dan kritik dari berbagai pihak. Penentuan hari raya yang berbeda ini bukan hanya persoalan teknis penentuan kalender, tetapi juga mencerminkan isu yang lebih dalam mengenai kesatuan umat Islam di seluruh dunia.

Perbedaan Penentuan Iduladha

Menurut hasil hisab yang dilakukan oleh berbagai organisasi Islam di Indonesia, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), penetapan awal bulan Zulhijah yang menentukan kapan Iduladha dirayakan, sering kali berbeda dengan penetapan di Arab Saudi. Tahun ini, hasil hisab Muhammadiyah menetapkan 1 Zulhijah jatuh pada (8-6-2024). Sementara itu, Arab Saudi telah mengumumkan bahwa Iduladha akan dirayakan pada (16-6-2024) (Kompas.com, 6-6-2024).

Perbedaan ini tidak hanya terjadi pada tahun ini saja, tetapi juga pada tahun-tahun sebelumnya. Banyak yang mempertanyakan mengapa perbedaan ini terus terjadi, terutama mengingat teknologi astronomi dan komunikasi yang makin canggih. Faktor yang paling sering disebut adalah perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Kamariah, antara rukyat (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomis).

Faktor Fanatisme dan Nasionalisme

Namun, tidak sedikit yang menyayangkan bahwa perbedaan penentuan ini bukan hanya berdasarkan dalil syar’i, tetapi juga karena faktor fanatisme dan nasionalisme. Ada anggapan bahwa sebagian umat Islam terlalu berpegang pada keputusan otoritas nasional mereka masing-masing, tanpa mempertimbangkan untuk menyelaraskan dengan keputusan otoritas Islam global, seperti yang dilakukan di Arab Saudi. Ini menciptakan kesan bahwa umat Islam terpecah-pecah dalam nasionalisme yang sempit sehingga akhirnya menghalangi tercapainya kesatuan umat yang diidam-idamkan.

Dalam Islam, ada dalil yang menyatakan bahwa penentuan Iduladha seharusnya mengikuti ketetapan amir Makkah. Namun, dalam praktiknya, berbagai negara muslim sering kali menetapkan hari raya berdasarkan keputusan otoritas agama nasional mereka sendiri. Hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan umat Islam, terutama bagi mereka yang tinggal di negara-negara dengan mayoritas muslim, tetapi memiliki kebijakan yang berbeda dengan Arab Saudi.

Pentingnya Khil4f4h Islamiah

Perbedaan yang terus terjadi ini menunjukkan perlunya satu kepemimpinan Islam yang akan menyatukan umat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penentuan hari raya. Dalam konteks ini, konsep Khil4f4h Islamiah sering kali disebut sebagai solusi yang ideal.

Khil4f4h Islamiah adalah sistem pemerintahan Islam yang menyatukan umat di bawah satu kepemimpinan yang mengikuti syariat Islam secara kafah (menyeluruh). Dengan adanya Khil4f4h Islamiah, penentuan hari-hari besar Islam akan diseragamkan karena keputusan tersebut akan dikeluarkan oleh satu otoritas yang diakui oleh seluruh umat Islam.

Ini tidak hanya akan menghilangkan kebingungan dan perpecahan, tetapi juga memperkuat persatuan umat Islam secara global. Khil4f4h Islamiah akan memastikan bahwa semua keputusan, termasuk penentuan hari raya, diambil berdasarkan dalil syar’i yang kuat dan diikuti oleh seluruh umat tanpa adanya perpecahan yang disebabkan oleh fanatisme dan nasionalisme yang sempit.

Solusi dalam Islam

Dalam Islam, penyelesaian masalah perbedaan pendapat biasanya dilakukan melalui musyawarah (syura) dan mengikuti pendapat mayoritas ulama yang berpegang pada dalil yang kuat. Namun, ketika musyawarah tidak cukup untuk menyatukan pendapat, adanya satu otoritas tertinggi dalam bentuk negara yang menerapkan aturan Islam, yakni Daulah Khil4f4h dapat menjadi solusi yang efektif.

Negara Islam akan berfungsi sebagai pemersatu umat Islam di seluruh dunia, memastikan bahwa semua aspek kehidupan, termasuk penentuan hari raya dilakukan sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Ini juga akan membantu menghilangkan faktor-faktor fanatisme dan nasionalisme yang sering kali menjadi penyebab utama perbedaan tersebut.

Dengan adanya negara Islam, umat akan memiliki satu pemimpin yang mengikuti syariat Islam secara konsisten sehingga keputusan-keputusan penting, seperti penentuan hari raya akan lebih terkoordinasi dan seragam. Ini akan memperkuat ukhuah islamiah (persaudaraan Islam) dan menghilangkan kebingungan di kalangan umat Islam sehingga pada akhirnya akan membawa keberkahan dan kebaikan bagi seluruh umat.

Perbedaan penentuan Iduladha yang terus berulang setiap tahun seharusnya menjadi momentum bagi umat Islam untuk merenungkan pentingnya persatuan dan kesatuan di bawah satu kepemimpinan Islam yang sejati. Khil4f4h Islamiah bukan hanya solusi untuk permasalahan teknis seperti ini, tetapi juga untuk berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam di era modern ini. Semoga Allah Swt. memberikan hidayah dan mempersatukan umat Islam di bawah naungan syariat-Nya yang agung.

Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an