New Gaza dan Waspada Siasat Penjajah Kendalikan Dunia

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Ummu Fatimah
Freelance Writer

Menegakkan Khil4f4h dan jihad untuk membebaskan Palestina harus menjadi prioritas perjuangan umat bersama partai politik Islam ideologis. Sebab, Islam telah mengajarkan bahwa memakmurkan bumi dilakukan dengan ilmu dan ketakwaan, bukan dengan menaklukkannya demi keserakahan sebagaimana sistem adidaya kapitalisme yang merusak.

CemerlangMedia.Com — Menteri Israel menyerukan penghancuran seluruh Gaza dan pengusiran paksa warganya. Lebih menyakitkan lagi, Amerika Serikat telah mengumumkan rancangan “Gaza Baru” — proyek pembangunan dari nol wilayah Palestina yang hancur. Puluhan gedung pencakar langit akan dibangun membentang sepanjang pantai dan bekas perumahan di kawasan Rafah yang telah luluh lantak. Presentasi proyek ini disampaikan pada seremoni penandatanganan “Dewan Perdamaian” dalam kegiatan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (22-01-2026) (BBC.com).

Tidak lepas dari itu, nama menantu sekaligus penasihat senior terdekat Donald Trump, Jared Kushner, kembali mencuat di panggung diplomasi internasional setelah pemaparan ambisius dalam Forum Ekonomi Dunia. Ia menawarkan pendekatan yang sangat berbeda dari diplomasi tradisional: manajemen ekonomi di atas politik konvensional serta mengedepankan keterlibatan sektor swasta global. Dari sinilah kemudian mencuat gagasan “New Gaza” (mediaindonesia.com, 23-1-2026).

Dewan Perdamaian Gaza pun dibangun demi pengendalian total atas Gaza. Lebih mengerikannya, Amerika Serikat dalam langkah pembentukannya memiliki siasat jahat untuk menguasai dunia dengan menggandeng para penguasa negeri-negeri muslim. Para penguasa negeri Islam, bahkan dengan lantang mengumumkan bergabung dengan “Dewan Perdamaian” di bawah komando Trump.

Umat perlu sadar bahwa yang mereka serahkan bukan sekadar kerja sama, melainkan martabat. Hari ini, delapan negeri berpenduduk mayoritas muslim mengumumkan bergabung dengan “Dewan Perdamaian” versi Amerika Serikat yang dibungkus atas nama perdamaian Gaza, tetapi dijalankan di bawah perintah Washington —sekutu terbesar Israel. Miris.

Damai di Atas Kertas

Fakta menampar diri umat. Damai hanya dijadikan slogan agar umat mau tunduk pada kepentingan pihak tertentu. Negeri-negeri yang bergabung dalam program ini, di antaranya Arab Saudi, Yordania, Turki, Indonesia, Pakistan, Qatar, dan UEA. Mereka adalah nama-nama besar di dunia Islam, tetapi sikap politiknya justru mengecil. Rencana yang membuka jalan bagi dominasi Amerika, termasuk pelucutan perlawanan pun diberi ruang. Beginilah rupa “perdamaian” ketika dirancang oleh penjajah.

Lebih aneh lagi, Mesir bahkan menyatakan kebahagiaannya ketika bergabung. Ini bukan lagi sekadar diplomasi, melainkan simbol ketundukan di bawah kaki penjajah. Ketika pemimpin merasa nyaman berada di bawah perintah asing, maka kedaulatan kehilangan makna dan rakyat hanya diminta menyesuaikan diri.

Turki mengirim menteri luar negerinya dan Trump pun memuji Erdogan —hubungan seolah tampak mesra. Namun pada hakikatnya, ini adalah mimpi buruk, bahkan titik awal penjajah membangun penderitaan kaum muslim sedunia. Aliansi semacam ini selalu memiliki harga yang harus dibayar dan sayangnya, yang membayar bukanlah mereka yang duduk di meja perundingan.

Dewan ini bukan tentang perdamaian, melainkan struktur kendali global. Trump, bahkan menyatakan keinginannya untuk memperluas perannya ke konflik dunia lain. Sejarah telah menegaskan bahwa tirani tidak selalu hadir dengan tank dan peluru, melainkan sering kali dengan ketundukan tanpa syarat. Paling mengkhawatirkan bukan hanya ambisi Amerika, tetapi kesiapan para penguasa negeri muslim untuk tunduk, bahkan memuja Trump.

Jika hari ini Gaza yang dikorbankan, esok hari, lusa, atau bulan depan siapa yang akan menjadi korban selanjutnya? Perdamaian hanyalah kedok untuk mencengkeram Gaza secara total.

Negeri Berdaulat dengan Khil4f4h

Wilayah Palestina sejatinya merupakan tanah milik umat Islam yang dirampas secara paksa oleh Israel. Umat seharusnya memahami sejarah ini agar tidak mudah dikalahkan oleh penjajah. Terlebih negeri ini adalah mayoritas muslim yang semestinya sadar betapa berbahayanya bergabung dengan skema perdamaian buatan Amerika Serikat, musuh nyata umat Islam yang mendukung penuh penjajahan atas Palestina.

Allah Swt. melarang umat Islam untuk tunduk, patuh, dan memberikan loyalitas kepada negara kafir, apalagi mengambil ide-ide mereka seperti demokrasi sekuler kapitalisme. Ide-ide yang merupakan racun pemikiran yang menjadi biang keladi ambisi negara-negara penganutnya untuk menguasai dunia. Orientasinya hanya pada keserakahan hingga menimbulkan kerusakan alam dan seisinya.

Allah Swt. berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti orang-orang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu menjadilah kamu orang-orang yang rugi.” (QS Ali ‘Imran: 149).

Dari sini, umat harus tunduk pada ketakwaan, membuang ide-ide kufur penjajah, dan kembali kepada syariat Islam secara total. Para penguasa dunia Islam wajib melawan seluruh makar Amerika Serikat dan Israel dalam upaya menguasai Gaza.

Negara juga wajib menghadirkan institusi yang mampu mengembalikan martabat serta menjaga kedaulatan negeri-negeri muslim dan Palestina secara khusus, yaitu institusi Khil4f4h. Menegakkan Khil4f4h dan jihad untuk membebaskan Palestina harus menjadi prioritas perjuangan umat bersama partai politik Islam ideologis. Sebab, Islam telah mengajarkan bahwa memakmurkan bumi dilakukan dengan ilmu dan ketakwaan, bukan dengan menaklukkannya demi keserakahan sebagaimana sistem adidaya kapitalisme yang merusak.

Wallahu a‘lam bisshawab. [CM/Na]

Views: 43

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *