Header_Cemerlang_Media

Pembebasan P4lestina dengan Khil4f4h dan Jihad

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Mila Ummu Al

CemerlangMedia.Com — Gelombang demo besar-besaran yang menunjukkan solidaritas terhadap P4lestina terus meluas. Aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah akademisi seluruh dunia, mulai dari Amerika Serikat, Eropa, hingga ke Asia. Unjuk rasa menuntut pemerintah dunia mengambil tindakan tegas terhadap Isra3l agar berhenti melancarkan operasi militernya di Gaza.

Gelombang aksi bela P4lestina juga terjadi di Indonesia. Dilansir dari news.detik.com (5-6-2024), mantan Ketum PP Muhamadiyah Muhammad Sirajuddin Syamsuddin berencana menggelar aksi serupa pada (9-6-2024) di depan Kedubes AS. Aksi bela P4lestina tersebut diinisiasi oleh ARIBP (Aliansi Rakyat Indonesia Bela P4lestina). Diperkirakan, sebanyak 100 ribu rakyat Indonesia akan bergabung sebagai ekspresi menolak kezaliman Zionis Isra3l.

Sejatinya, maraknya aksi bela P4lestina menjadi bukti bahwa mayoritas masyarakat dunia telah menyadari bahwa apa yang terjadi di Gaza merupakan genosida dan pelanggaran HAM berat. Artinya, perbuatan Isra3l adalah bentuk kezaliman yang jelas-jelas melanggar hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB. Saat yang sama, masyarakat juga menyadari bahwa selama ini para penguasa justru seperti tuli dan bisu menyaksikan kebiadaban Isra3l yang terjadi di depan mata mereka, padahal jika kejahatan ini terus dibiarkan, pihak Isra3l akan terus leluasa melanggar hukum internasional.

Tentu saja membebaskan P4lestina dari penjajahan bukanlah perkara mudah. Apalagi melihat diamnya penguasa negeri-negeri muslim dalam menghadapi kekejaman Isra3l. Sementara seruan perdamaian dan gencatan senjata sering kali diabaikan Isra3l. Bahkan, ancaman yang dilakukan selevel lembaga internasional, seperti PBB, kepala HAM, dan Mahkamah Internasional tidak bisa menghentikan Isra3l. Lantas, bagaimana solusi hakiki untuk mengakhiri penjajahan P4lestina?

Akibat Meninggalkan Islam

Hingga kini, tidak ada satu pun penguasa negeri-negeri muslim yang berani mengirim pasukan tentaranya untuk terjun ke medan perang menghapus penjajahan. Artinya, dukungan mereka terhadap P4lestina hanya sebatas narasi manis yang justru memperpanjang umur penjajahan. Bukankah kecaman dan ancaman terbukti tidak mampu memberangus tentara Zionis hingga ke akar-akarnya?

Anehnya, tidak banyak yang tahu bahwa dukungan yang dilakukan penguasa-penguasa negeri muslim terhadap P4lestina tidak pernah sejalan dengan kebijakan politik dan ekonominya. Misalnya pemerintah Turki yang telah lama menjalin hubungan perekonomian dengan Isra3l dan baru diputus resmi belakangan ini. Adapun pemerintah Indonesia, justru memperpanjang kontrak izin tambang PT Freeport, sementara kita tahu bahwa AS adalah sponsor utama Zionis Isra3l. Parahnya lagi, pemerintah Mesir justru membangun tembok di perbatasan Rafah dan menolak membuka perbatasannya bagi pengungsi Gaza.

Lihatlah! Akibat nasionalisme, para penguasa Islam dibuat sibuk soal batas negara dan bagaimana cara melanggengkan kursi kekuasaannya. Untuk menutupi semua itu, mereka menolong P4lestina dengan sekadar bantuan-bantuan kemanusiaan yang tidak pernah menyelesaikan akar masalah penjajahan.

Kecaman tanpa aksi yang dilakukan penguasa muslim sekaligus menjadi barometer bagi negara adidaya untuk melihat seberapa besar nyali dan kekuatan kaum muslim. Isra3l dan sekutunya menyadari bahwa tindakan tersebut tidak mampu mengancam hegemoninya atas dunia. Terlebih lagi, masih banyak masyarakat yang mudah terpukau dengan gaya politik retorika para pemimpinnya, beserta narasi-narasi manis yang melontarkan dukungannya terhadap P4lestina.

Mayoritas kaum muslim lupa bahwa persoalan pelik yang muncul di negeri-negeri muslim akibat diabaikannya hukum Islam, yakni aturan hidup yang berasal dari Allah Swt.. Pada saat yang sama, kaum muslim justru bangga mengadopsi sekuler kapitalisme yang telah mendirikan tembok nasionalisme di tengah-tengah kaum muslim, padahal nasionalisme adalah salah satu senjata pemikiran yang beracun untuk memecah-belah dan menghancurkan persaudaraan umat Islam.

Khil4f4h dan Jihad

Sesungguhnya, solusi untuk P4lestina ada di tangan kaum muslim. Bukan pada PBB (United Nations/Perserikatan Bangsa-Bangsa) atau pada ICJ (Internasional Court of Justice/Mahkamah Internasional). Terbukti, sampai kini masalah P4lestina tidak pernah menemui titik terang jika diserahkan kepada majelis buatan kafir penjajah. Meski ratusan pertemuan yang dihadiri 143 negara digelar, tetapi resolusi-resolusi yang dikeluarkan layaknya sampah yang tidak berdampak terhadap kebiadaban Zionis Isra3l.

Untuk masalah penjajahan, syariat Islam telah mengharamkan menyerahkan sejengkal wilayahnya kepada penjajah, terlebih lagi menggadai kehormatan dan tunduk pada kafir harbi. Sesungguhnya, penjajahan hanya bisa dikalahkan melalui perlawanan. Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 190,
“Perangilah oleh kalian di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, (tetapi) janganlah kalian melampaui batas.”

Solusi dua negara yang ditawarkan dunia merupakan solusi pragmatis dan bertentangan dengan hukum Islam. Solusi ini makin membuat kondisi P4lestina terjajah karena memaksa rakyat Gaza hidup berdampingan dengan penjajah. Terlebih lagi, akibat sekularisme dan garis imajiner nasionalisme yang membentang makin membuat para penguasa negeri-negeri muslim terang-terangan mengkhianati P4lestina.

Jika para penguasa tersebut serius membela P4lestina, seharusnya mereka juga sepakat menghukum dan mengusir penjajah Zionis Isra3l dari tanah P4lestina. Bukan hanya mengecam Isra3l dan membohongi rakyatnya sambil terus menonton dan menikmati pembantaian yang terjadi di Gaza. Kecaman yang dilontarkan dari mulut penguasa negeri-negeri muslim sejatinya adalah pencitraan demi menikmati benefit politik dan simpati dari rakyatnya, padahal mereka tahu betul bahwa persoalan utama P4lestina adalah penjajahan Zionis Isra3l yang tidak pernah takut dengan kecaman palsu yang terlontar dari mulut-mulut mereka.

Sejatinya, kekuatan negara hanya dapat dilawan dengan kekuatan negara. Zionis tidak bisa dihadapi dengan boikot, apalagi hanya persatuan ormas-ormas Islam. Genosida yang terjadi di P4lestina hanya dapat diselesaikan dengan jihad fii sabilillah. Mengerahkan pasukan muslim yang dipimpin langsung oleh kepala negara (khalifah) untuk mengusir Zionis Isra3l selamanya dari tanah P4lestina.

Langkah ini hanya bisa terwujud jika kaum muslim bersatu dalam satu naungan negara (Daulah Khil4f4h Islamiah). Tanpa ini, maka sampai kapan pun, tidak ada satu pun pemimpin negeri muslim yang berani dan sungguh-sungguh untuk mengerahkan tentaranya membela Gaza.

Wahai kaum muslim! Kita juga harus paham bahwa musuh umat Islam bukan hanya Zionis Isra3l yang berjumlah tujuh juta orang. Lebih dari itu, sekutu abadi Isra3l seperti imperialis Barat, AS, dan Inggris yang konsisten menjaga eksistensi hegemoninya di dunia inilah musuh utama kaum muslim. Wallau a’lam bisshawwab [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an