Urgensi Kedaulatan Energi di Tengah Konflik Timur Tengah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Umul Istiqomah

Umat muslim seharusnya menyadari bahwa seluruh kekayaan alam yang dimiliki oleh setiap negeri-negeri muslim akan menyejahterakan umat jika pengelolaan dan pendistribusiannya dilakukan sesuai syariat Islam. Oleh karena itu, penjajahan kapitalisme global yang mengeruk negeri-negeri muslim harus dihentikan dengan cara menegakkan kembali syariat Islam dalam kehidupan.

CemerlangMedia.Com — Satu bulan sudah sejak AS dan Israel meluncurkan serangan udara gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Sejak saat itu, situasi di Timur Tengah dalam keadaan siaga tinggi, beberapa analis bahkan menyebut konflik ini bisa membuka gerbang “Perang Dunia ke-3” karena melibatkan kekuatan-kekuatan besar. Dampak global lainnya dari peperangan ini, yakni krisis energi dan ekonomi. Apalagi setelah penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur utama pendistribusian bahan bakar minyak.

Kekhawatiran terkait gangguan pasokan minyak mentah dunia ini mengakibatkan adanya situasi “panic buying BBM” yang mendorong masyarakat di beberapa negara, seperti Korea Selatan, Sri Lanka, Australia, Inggris, Jerman, berbondong-bondong mengisi penuh tangki kendaraan mereka. Di Indonesia sendiri, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketahanan BBM nasional dalam kondisi aman (cnnindonesia.com, 02-03-2026).

Bahlil pun menegaskan, pemerintah belum mengambil langkah membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) imbas perang di Timur Tengah. Namun, pemerintah mengajak masyarakat memakai BBM dengan bijak (detik.com, 26-03-2026).

Dampak Kapitalisme Global

Pasca serangan dari AS dan Israel, Iran memutuskan menutup Selat Hormuz, yakni selat yang terletak di antara Iran dan Oman. Selat Hormuz berfungsi sebagai “urat nadi” energi dunia, menjadikannya salah satu titik perairan paling krusial bagi perdagangan internasional karena sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia didistribusikan melewati selat ini.

Iran membatasi akses dan hanya mengizinkan kapal negara sahabat, sementara melarang kapal “musuh” untuk melewati jalur ini, yang akhirnya berdampak signifikan pada pelayaran dan rantai pasok global. Akibatnya, pasar merespons ketidakpastian ini dengan menaikkan premi risiko, terutama karena potensi serangan terhadap infrastruktur minyak, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, yakni laporan serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas energi. Alhasil, harga minyak mentah dunia melonjak dan terjadilah pembelian panik atau “panic buying” di berbagai negara.

Sementara BBM adalah komoditas strategis yang menentukan stabilitas kehidupan negara. Seluruh sektor ekonomi mulai dari transportasi, industri, hingga distribusi kebutuhan pokok, semuanya bergantung pada energi. Oleh karenanya, apabila pasokan BBM terganggu atau bahkan berpotensi langka, dampaknya bukan hanya dirasakan pada bentuk kenaikan harga, tetapi juga memicu gejolak sosial, bahkan ketegangan politik.

Oleh karena itu, kedaulatan energi menjadi faktor yang sangat penting bagi stabilitas politik dan ekonomi suatu negara. Negara yang bergantung pada impor energi tentunya akan lebih rentan terhadap tekanan eksternal, apalagi jika sedang terjadi konflik di kawasan yang menjadi produsen energi, seperti yang saat ini terjadi di Timur Tengah. Oleh karenanya, kebijakan ekonomi sering kali tidak berada dalam kendali negara tersebut, tetapi sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan kepentingan negara-negara besar.

Kondisi ini sebenarnya tidak lepas dari sistem kapitalisme global, yang mana negara-negara kuat mengeksploitasi sumber daya energi yang ada demi meraih keuntungan sebesar-besarnya. Sementara negara-negara lemah dipaksa menjadi konsumen pasar yang mau tidak mau harus terus bergantung kepada negara produsen sebagai alat penjajahan ekonomi.

Pandangan Islam

Dalam pandangan Islam, kedaulatan energi menjadi sebuah urgensi yang dibutuhkan oleh suatu negara. Sebab, energi menjadi penopang utama dalam ekonomi dan kehidupan masyarakat. Jadi seharusnya, sumber daya alam tidak boleh dikuasai oleh individu atau korporasi tertentu, melainkan harus dikelola untuk kepentingan umat, sebagaimana sabda Rasulullah saw.,
“Kaum muslim berserikat pada tiga hal: air, padang rumput, dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Para ulama sepakat bahwa kata “api” dalam hadis tersebut mencakup seluruh energi yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan. Oleh karena itu, dalam sistem pemerintahan Islam, energi termasuk ke dalam kepemilikan umum yang pengelolaannya harus dilakukan langsung oleh negara dan tidak boleh diserahkan kepada individu atau swasta, apalagi asing. Pendistribusiannya pun langsung diserahkan kepada rakyat sebagai pihak yang paling berhak merasakan manfaat dari sumber daya alam tersebut.

Umat muslim seharusnya menyadari bahwa seluruh kekayaan alam yang dimiliki oleh setiap negeri-negeri muslim akan menyejahterakan umat jika pengelolaan dan pendistribusiannya dilakukan sesuai syariat Islam. Oleh karena itu, penjajahan kapitalisme global yang mengeruk negeri-negeri muslim harus dihentikan dengan cara menegakkan kembali syariat Islam dalam kehidupan. Dengan demikian, kekayaan umat akan kembali ke tangan mereka dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama.

Wallahu a’lam bisshawwab [CM/Na]

Views: 13

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *