Oleh: Emi Sri Wahyuni
“Allah akan menepati janji-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang telah menunaikan berbagai kewajiban. Allah mencintai manusia yang memberikan manfaat kepada orang lain dan ini termasuk amalan yang besar.”
CemerlangMedia.Com — Amanah adalah titipan yang harus disampaikan kepada orang lain. Akan tetapi, frasa amanah juga diartikan “dapat dipercaya atau terpercaya.”
Seseorang dipandang amanah apabila ia dapat dipercaya dan dapat menyampaikan pesan atau titipan kepada orang yang berhak. Ketika kita menunaikan berbagai kewajiban yang diperintahkan Allah, maka Allah akan memberikan kemuliaan dari sisi-Nya.
Allah akan menepati janji-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang telah menunaikan berbagai kewajiban. Allah mencintai manusia yang memberikan manfaat kepada orang lain dan ini termasuk amalan yang besar.
Setiap amal manusia yang mampu mengalahkan ego pada dirinya hingga ia bisa memberikan manfaat kepada orang lain, maka hal ini sangat utama di hadapan Allah Taala. Menunaikan amanah dalam dakwah merupakan bagian memberi manfaat kepada orang lain, juga pada agama-Nya. Sebab, ia menunaikan hak-hak Allah Taala, Rasul-Nya, dan memenuhi hak pada sesama manusia.
Rasulullah saw. bersabda,
“Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak menjaga amanah.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).
Ketika kita dipercaya untuk melakukan sebuah amanah, ayo kita laksanakan dengan ikhlas, sungguh-sungguh, dan senang hati, tanpa membantah atau menggerutu. Tancapkan keyakinan, ini adalah perintah Allah dan rida-Nyalah tujuan kita, maka setiap langkah dalam menjalankan amanah ini akan menjadikan perasaan senang, ringan hati, dan maksimal hasilnya.
Walaupun adakalanya dalam hati merasa belum siap, belum mampu, dan alasan yang lainnya. Akan tetapi sebenarnya, di balik amanah ini, seseorang yang memberikan tugas, tentu lebih tahu akan kemampuan kita dan menginginkan diri kita bisa berkembang lebih pesat.
Ingatlah, ketika amanah itu datang pada saat yang kurang tepat, misalnya waktu uring-uringan karena datang bulan, saat banyak masalah, maka jangan menganggap amanah ini sebagai beban yang akan menambah pusing bin galau. “Bismillah”, awali dengan doa.
Kalau perlu, koordinasi dengan sahabat seperjuangan atau kepada ustazah pemberi amanah. Agar apa? Agar amanah ini bisa dijalankan dengan ringan, senang, ikhlas, dan hasilnya juga memuaskan.
Hasil dari setiap pelaksanaan amanah adalah bonus dari Sang Pencipta. Kalau kita ikhlas dan senang, insyaallah, pasti akan ada jalan bagi setiap usaha kita, bahkan bisa seperti tol yang mulus.
Berbeda halnya kalau di awal sudah tidak suka, tidak ikhlas, dan merasa berat menerima. Alhasil, sepanjang jalan hanya menggerutu tak jelas. Sebab, apabila di dalam hati ini ada setitik amarah, maka akan mudah dirasuki setan sehingga ternoda oleh dosa-dosa kecil atau bahkan dosa besar.
Amarah hanya akan menambah beban dan deretan masalah saja. Hindari amarah agar hati bersih sehingga amanah tertunaikan dengan maksimal. Amanah dakwah akan memberikan kebaikan terhadap agama dan umat Islam.
Inilah pentingnya untuk belajar Islam. Islam mengajarkan kita akan pentingnya menjaga amanah bagi seorang muslim. Amanah harus ditunaikan dengan sungguh-sungguh, apalagi amanah dakwah.
Amanah dakwah memberikan kebaikan bagi diri sendiri, agama, dan umat Islam. Allah juga memberi janji bagi orang yang menolong agama-Nya, sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah Muhammad ayat 47 yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Islam mengajarkan seorang muslim untuk mengendalikan amarahnya walau sekecil apa pun itu dan menjalankan amanah dakwahnya dengan ikhlas. Oleh karena sesungguhnya, amarah adalah perbuatan setan. Rasul saw. menegaskan,
“Amarah itu datangnya dari setan.” (HR Abu Daud, no. 4784).
Di sisi lain, dari Abu Ad-Darda’ ra, ia berkata,
“Wahai Rasulullah, tunjukanlah kepadaku amalan yang dapat memasukkan kami ke dalam surga. Rasulullah bersabda, ‘Janganlah marah, maka surga untukmu’.” (HR Thabrani).
Belajar Islam dimulai dari diri sendiri. Kita harus terus meningkatkan ketakwaan dan menambah tsaqafah Islam dengan mengikuti kajian secara kelompok ataupun taklim lainnya.
Kita perlu pula membaur dengan sahabat-sahabat salihah agar terjaga perasaan dan pemikiran yang islami, saling menguatkan dan menasihati untuk selalu bersama-sama mengemban amanah dakwah. Insyaallah, tidak akan ada lagi rasa sebal dan kesal, apalagi menggerutu dibelakang. Semua amarah bisa dikendalikan dan diminimalkan. Mari sahabat, semangat berdakwah!
Wallahu a’lam bisshawwab [CM/NA]
Views: 28






















