CemerlangMedia, Com — Pada Hari Perempuan Internasional tahun ini, PBB menekankan pentingnya “Berinvestasi pada Perempuan: Memperkuat Kemajuan.” Bank Dunia melaporkan bahwa hampir 50% penduduk dunia adalah perempuan. PBB meyakini bahwa investasi pada perempuan dapat membawa perubahan positif menuju dunia yang lebih sehat, aman, dan setara (4-3-2024).
UN Women mencatat bahwa diperlukan dana sekitar 360 miliar dolar AS per tahun, terutama di negara berkembang untuk mendukung kesetaraan gender sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Fokus pada mengatasi kesenjangan gender di lapangan kerja, terutama melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dapat meningkatkan PDB per kapita hingga 20%. Meskipun demikian, UMKM global masih kekurangan dana sekitar 1,7 triliun dolar AS sehingga investasi pada UMKM menjadi krusial untuk menghilangkan kesenjangan kredit dan meningkatkan pendapatan hingga 12% pada 2030, serta diharapkan dapat menciptakan 300 juta lapangan pekerjaan baru (4-3-2024).
Pandangan perempuan sebagai pendorong perekonomian, seperti yang digencarkan oleh sistem kapitalisme, menciptakan dinamika yang berpotensi merusak nilai-nilai keluarga. Pandangan perempuan sebagai alat untuk meningkatkan perekonomian, seperti yang diadopsi oleh kapitalisme, sejatinya ialah jebakan. Kapitalisme yang mendasarkan pada prinsip materialisme cenderung mengabaikan peran asli perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Islam sebagai sistem kehidupan yang sempurna, menawarkan perspektif berbeda. Keseimbangan antara keberlanjutan ekonomi dan pemberdayaan perempuan harus dijaga agar tidak terjerumus dalam pandangan yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata.
Dalam Islam, perempuan memiliki peran utama sebagai ummun wa rabbatul bayit (ibu dan pengurus rumah tangga suaminya). Islam memandang investasi pada perempuan sebagai langkah besar untuk membangun peradaban yang mulia. Dengan memahami tugas utamanya, perempuan dapat melahirkan generasi andal yang akan memimpin negara dan bangsa.
Islam menetapkan kebijakan yang terperinci, termasuk pembagian kepemilikan kekayaan menjadi umum, individu, dan negara. Pendapatan dari zakat dan berbagai sumber lainnya digunakan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, termasuk penyediaan pendidikan, kesehatan, dan layanan lainnya.
Dengan mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan sosial, Islam menekankan pada keadilan dan pemberdayaan masyarakat. Investasi pada perempuan diarahkan untuk memberikan kebebasan dan memberdayakan mereka tanpa mengorbankan peran utama dalam keluarga.
Oleh karena itu, Islam menawarkan alternatif yang menyeluruh, memadukan aspek perekonomian, sosial, dan moral untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, yakni dengan melibatkan perempuan dalam pembangunan peradaban, bukan hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga melibatkan pendidikan dan kesejahteraan sosial. Islam juga menawarkan investasi yang sebenarnya untuk memajukan masyarakat dunia dan akhirat.
Agustin Pratiwi [CM/NA]
Views: 21






















