Islam Memberantas Remaja Beringas

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Ayah sebagai qawwam bertanggung jawab atas pembinaan iman dan akhlak anak-anaknya. Seorang ibu sebagai madrasatul ula berperan strategis dalam menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini. Masyarakat dalam Islam bukan hanya kumpulan individu, tetapi sarana yang akan saling mengingatkan dalam kebaikan dan akan mencegah dari kemungkaran.

CemerlangMedia.Com — Seorang ibu di Bekasi berinisial M (46) mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri MI (23). Pelaku sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Kapolres Metro Bekasi Kota (23-06-2025).

Kenakalan remaja sepertinya sudah tidak bisa dinormalisasi. Dalam enam bulan terakhir (November—Mei 2025), data Nasional KPAI dan LPSK menyebutkan bahwa kondisi ini sudah ada di tahap mengkhawatirkan. Banyak remaja terlibat dalam kriminalitas level akut. Lalu, apa penyebab kenakalan remaja ini?

Ada banyak faktor yang membuat remaja memiliki perilaku beringas, salah satunya adalah karakter/kepribadian. Selain sekolah dan keluarga, lingkungan masyarakat juga memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik dan membentuk karakter. Ditinjau dari sisi pendidikan, kurikulum saat ini cenderung mendorong anak hanya menguasai sains dan teknologi, tetapi minim dalam pembentukan karakter.

Dari faktor keluarga, gagalnya orang tua menjalani perannya sebagai pendidik akan berdampak besar pada perilaku anak. Tingginya perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga adalah potret krisis keluarga. Tidak sedikit anak yang terlibat dalam kekerasan, hanya mencari perhatian dan kurangnya kasih sayang karena orang tua sibuk bekerja di luar rumah demi tercukupinya kebutuhan hidup.

Ditambah lagi abainya masyarakat terhadap kenakalan remaja yang terjadi di sekitar, membuat mereka merasa aman karena tidak diawasi. Semua itu lumrah terjadi akibat sistem sekularisme yang diadopsi .

Namun, sistem Islam mempunyai solusi. Pendidikan Islam akan menyeimbangkan ilmu sains dan teknologi dengan pemahaman (tsaqafah) Islam sehingga otomatis terbentuk individu yang berkepribadian (syahsiah) Islam juga. Ini akan terlihat dari cara berpikir dan bertindak yang hanya berlandaskan ajaran Islam.

Dalam lingkup keluarga, ayah sebagai qawwam bertanggung jawab atas pembinaan iman dan akhlak anak-anaknya. Seorang ibu sebagai madrasatul ula berperan strategis dalam menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini. Masyarakat dalam Islam bukan hanya kumpulan individu, tetapi sarana yang akan saling mengingatkan dalam kebaikan dan akan mencegah dari kemungkaran.

Negara juga memiliki peranan penting demi terwujudnya remaja yang berkepribadian Islam. Menyelenggarakan pendidikan yang islami, menjamin fasilitas terbaik, dan mengawasi media serta lingkungan agar tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam. Inilah alasan mengapa syariat Islam wajib diterapkan secara kafah. Wallahu a’lam bisshawab

Mia
Jawa Barat [CM/Na]

Views: 28

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *