Mengapa Palestina Tak Kunjung Merdeka?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Sudah saatnya kaum muslim bersatu dalam naungan Khil4f4h ala minhaj an-nubuwah, sebagaimana yang Allah janjikan. Khil4f4h akan menumpas ketamakan dan penindasan manusia para pemuja hawa nafsu.

CemerlangMedia.Com — Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap menampung seribu orang warga Palestina pada gelombang pertama untuk dievakuasi dan diberikan perawatan medis di Indonesia jika pemerintah Palestina menyetujui. Namun, relokasi ini hanya bersifat sementara (09-04-2025).

Pernyataan Prabowo yang merasa terkait pemindahan warga Palestina ke Indonesia memunculkan berbagai persepsi. Di satu sisi seakan ingin menjadi pahlawan yang mampu melakukan aksi nyata membela Palestina, tetapi di sisi lain justru menunjukkan keberpihakan pada Isra3l yang ingin mengosongkan tanah Palestina.

Sebelumnya, banyak warga Palestina yang sudah diungsikan ke beberapa negara, tetapi tidak pernah dipulangkan kembali ke negeri asalnya. Oleh karena itu, relokasi warga jelas bukan solusi yang mampu memberikan kemerdekaan Palestina.

Miris jika melihat para penguasa muslim yang begitu banyak, tetapi tidak ada satu pun yang berani mengirimkan tentara ke Palestina untuk mengusir Isra3l. Sekat-sekat nasionalisme menjadikan umat Islam terpecah dan penguasa muslim tunduk pada negara adidaya, yaitu Amerika dan sekutunya.

Akibat paham nasionalisme, umat tidak mampu mengamalkan sabda Rasulullah saw. yang mengatakan, “Perumpamaan kaum mukmin itu—dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi—bagaikan satu tubuh. Jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit, seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan demam (turut merasakan sakitnya).” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Di tengah penjajahan Isra3l pada Palestina, umat Islam di sekitarnya hanya sekadar mampu memboikot produk pro Isra3l, memberi donasi, atau cukup mendoakan. Akhirnya, umat Islam terus-menerus dalam keadaan lemah dan negeri muslim tidak memiliki kekuatan untuk melawan.

Seharusnya, keadaan Palestina yang tidak kunjung merdeka menjadi pengingat bahwa umat Islam harus bersatu agar tidak akan terkalahkan, sebagaimana dahulu saat Khalifah Umar bin Khatab berhasil membebaskan Palestina menjadi tanah milik kaum muslim. Begitu pula Shalahuddin Al-Ayyubi, mampu mengusir kaum penjajah dengan mengerahkan tentara muslim untuk merebut kembali tanah Palestina dari tangan musuh.

Ketika Kekhalifahan Islam tegak kembali, Palestina akan terbebas dari penjajahan. Bahkan, bukan hanya Palestina yang merdeka, tetapi seluruh negeri muslim akan bebas dan hanya tunduk dan patuh pada syariat Islam.

Oleh karena itu, umat membutuhkan sebuah kelompok dakwah yang menyeru pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Kelompok dakwah tersebut adalah partai Islam yang mengusung fikrah dan thariqah Islam serta konsisten menapaki jalan perjuangan menjemput bisyarah Rasullullah saw..

Rasullullah saw. bersabda,
“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan yang zalim. Ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR Ahmad, Abu Dawud ath-Thayalisi dan al-Bazzar).

Sudah saatnya kaum muslim bersatu dalam naungan Khil4f4h ala minhaj an-nubuwah, sebagaimana yang Allah janjikan. Khil4f4h akan menumpas ketamakan dan penindasan manusia para pemuja hawa nafsu. Khil4f4h akan berdiri saat umat sadar bahwa satu-satunya jalan untuk mendapatkan kemenangan Islam adalah dengan mengembalikan hukum sesuai dengan Al-Qur’an dan as-Sunah. Wallahu a’lam bisshawab

Essy Rosaline Suhendi
Karawang, Jawa Barat [CM/Na]

Views: 63

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *