Moderasi Beragama Solusi Tanpa Makna

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Lagi, moderasi beragama menjadi sorotan. Eksistensinya di Indonesia dinilai mampu menjadi solusi berbagai persoalan negeri. Berbagai upaya dilakukan agar masyarakat makin bersahabat dan mengimplementasikannya. Di media, framing moderasi tak luput dari pemberitaan, begitu juga dalam dunia pendidikan, moderasi agama turut dimasukkan dalam mata pelajaran. Tidak tanggung-tanggung, negara pun lebih masif mengkampanyekannya dengan menunjuk menag sebagai Ketua Pelaksana Sekretariat Bersama Moderasi Beragama.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Ketua Pelaksana Sekretariat Bersama Moderasi Beragama. Dalam tugasnya, ketua pelaksana akan memberikan laporan capaian dan evaluasi kepada presiden minimal satu kali dalam setahun atau saat diperlukan. Tugas utamanya adalah memperkuat moderasi agama agar mengukuhkan persaudaraan dan kebersamaan umat beragama (30-9-2023).

Gaung moderasi beragama terus diperkuat negara hingga membentuk Sekretariat Bersama Moderasi Agama yang melibatkan semua kalangan, jajaran kementerian, kepolisian, TNI, hingga masyarakat, seolah menjadi topik utama yang senantiasa diangkat ke permukaan. Seakan-akan menjadi persoalan genting dan mengalahkan isu-isu lain di masyarakat. Terlebih lagi dalam Pasal 15 menyebut bahwa pendanaannya juga diambil dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan APBD (Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Padahal kondisi rakyat saat ini masih butuh perhatian lebih serius dari negara, kemiskinan, masalah stunting, hingga tindakan kriminal dan kekerasan yang masih terus menghantui masyarakat. Semestinya hal tersebut menjadi perhatian utama ketimbang sebagian kecil konflik agama yang terjadi. Lebih dari pada itu, ide moderasi bagi Indonesia dengan mayoritas agamanya adalah Islam tentu saja akan makin menambah persoalan.

Sebab, pada faktanya, moderasi beragama lahir dari pemikiran yang bukan berasal dari Islam. Ide ini lahir dari Barat yang notabene memusuhi Islam. Mereka tidak rela kaum muslimin memegang teguh agamanya. Mereka juga tidak rela dakwah demi kebangkitan Islam lantang bersuara. Misi Barat tak akan pernah berhenti dengan berbagai macam propaganda yang mereka buat secara sistematik dan terstruktur. Setelah terorisme dan radikalisme yang tidak mampu menggoyahkan upaya kebangkitan Islam, pilihan moderasi beragama kini mereka gencarkan.

Moderasi beragama juga telah mengacak-acak makna toleransi yang sebenarnya. Hikmah dari firman Allah Swt., “lakum dinukum waliyadin,” saling menghargai agama lain dan teguh dengan keyakinan masing-masing agama, tercoreng dengan menanamkan kerancuan akidah Islam melalui pemaksaan ide sekuler dan liberal ke dalam pemikiran umat. Mereka juga berusaha menciptakan islamofobia melalui moderasi yang sangat menyakiti hati umat Islam.

Oleh sebab itu, umat semestinya menyadari betapa besar bahaya yang akan timbul dari ide moderasi beragama ini dan umat wajib menolaknya. Umat pun harus berupaya menerapkan hukum syariat Islam dalam satu kepemimpinan Khil4f4h Islamiah. Hanya Khil4f4h Islamiah yang akan mampu melindungi umat dari berbagai serangan ide kufur Barat. Wallaahu a’lam bisshawab.

Nilma Fitri, S. Si.
Cikarang, Bekasi [CM/NA]

Views: 32

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *