Sekularisme Melahirkan Generasi Tanpa Arah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Perlu disadari bersama bahwa solusi tuntas untuk mengatasi generasi rusak adalah dengan mencampakkan sistem rusak dan merusak. Kemudian kembali kepada sistem sahih buatan Sang Pencipta yang diterapkan dalam semua aspek kehidupan dalam naungan Khil4f4h yang terbukti mampu melahirkan sosok-sosok remaja ideal.

CemerlangMedia.Com — Sangat mengerikan melihat rekaman yang memperlihatkan kasus perundungan di kalangan generasi. Mereka hidup tanpa pijakan dan arah yang jelas. Menurut Satreskrim Polresta Bogor Kota, para pelajar yang terlihat melakukan aksi perundungan (bullying) di Jalan Ciheuleut, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, dalam video yang sempat viral di media sosial itu adalah sebuah persyaratan masuk geng (3-6-2026)

Hal ini membuktikan bahwa kondisi generasi saat ini makin rusak dan tanpa arah. Mereka tidak memedulikan keselamatan dirinya. Sekalipun korban kesakitan karena dirundung, tetapi mereka tidak mempermasalahkannya karena hal tersebut atas keinginannya sendiri. Oleh karena itu, kedua belah pihak sepakat tidak melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum.

Meskipun demikian, kejadian semacam ini seharusnya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Butuh evaluasi dan solusi dari pemerintah karena telah terjadi sejak lama dan berulang-ulang di berbagai tempat dan dikhawatirkan menjadi kebiasaan atau sesuatu yang lumrah bagi generasi.

Remaja sebagai generasi penerus bangsa harus dipersiapkan sebaik dan sesempurna mungkin agar mampu memimpin negara dengan benar. Namun sayangnya, sistem sekularisme telah menguasai tatanan kehidupan dan menjadi penyebab lahirnya generasi tanpa arah. Sistem sekularisme yang asasnya mengejar manfaat serta meminggirkan aturan agama, telah melahirkan kebebasan tanpa batas. Oleh karena itu, wajar jika perilaku remaja makin tidak terkendali.

Jika dicermati, ada empat prinsip kebebasan yang dijamin oleh negara yang akan menghancurkan generasi dan masa depannya. Pertama, kebebasan beragama yang mendorong sikap pluralisme atau menganggap semua agama sama. Hal ini membuat remaja ragu atas akidah Islam sehingga mudah mengarah pada kemurtadan atau mengikuti ajaran sesat.

Kedua, kebebasan berpendapat yang membuat remaja sering kali kebablasan dalam berbicara. Mereka merasa bebas mengkritik ajaran agama atau hukum syariat (seperti tentang jilbab dan aurat) tanpa dasar ilmu, hanya mengandalkan logika dan tren media sosial.

Ketiga, kebebasan kepemilikan yang memicu gaya hidup konsumtif dan materialistis. Remaja lebih fokus mengejar tren, mode, barang mewah, dan popularitas tanpa memedulikan batasan halal dan haram dalam mencari atau menggunakan harta.

Keempat, kebebasan berperilaku yang menjadi pemicu utama pergaulan bebas, gaya hidup sekuler (hedonisme), dan hilangnya rasa malu pada remaja muslimah. Mereka mudah meniru budaya asing yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti cara berpakaian dan interaksi dengan lawan jenis.

Berbeda dengan Islam. Dalam Islam, sosok pemuda yang layak dijadikan teladan begitu banyak ditemui, di antaranya Mus’ab bin Umair. Ia seorang pemuda muslim yang cerdas, bertakwa, beradab, sekaligus duta Islam pertama yang mengemban risalah Islam ke kota Madinah. Melalui lisan dan semangat dakwahnya, Islam mampu diterima oleh para tokoh-tokoh di Madinah sehingga Islam tersebar luas di kota tersebut.

Dengan demikian, sudah selayaknya generasi saat ini berkaca pada para pemuda muslim yang sukses lahir-batin. Mereka adalah pemuda yang kuat keimanannya, mentalnya, juga fisiknya, serta menjadi kebanggaan dunia dan akhirat. Mereka dilahirkan dari sistem yang benar, system yang diterapkan oleh negara sehingga mampu membentuk kepribadian Islam.

Oleh karenanya, perlu disadari bersama bahwa solusi tuntas untuk mengatasi generasi rusak adalah dengan mencampakkan sistem rusak dan merusak. Kemudian kembali kepada sistem sahih buatan Sang Pencipta yang diterapkan dalam semua aspek kehidupan dalam naungan Khil4f4h yang terbukti mampu melahirkan sosok-sosok remaja ideal.

Zakiah Ummu Faaza
Bogor, Jawa Barat

[CM/Na]

Views: 19

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *