Sifilis Kian Marak, Bukti Rusaknya Generasi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Memiliki rasa ingin tahu yang besar membuat generasi penerus menabrak batas-batas yang tidak seharusnya ditabrak. Begitulah kondisi generasi hari ini.

Badan Pusat statistik menyebutkan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi hingga 2030 dan menjadikan populasi kaula muda meningkat dan membuat piramida menjadi seimbang bahkan menjulang dengan baik. Di balik euforia ini, ada ancaman yang turut mengikuti. Bahkan ancaman ini berasal dari para kaula muda itu sendiri. Ancaman yang dimaksud memang tidak berbentuk fisik layaknya perang dunia maupun perang Rusia-Ukraina. Namun, ancaman ini nyatanya bisa melebihi kapasitas perang secara fisik. Ancaman ini adalah meningkatnya kasus sifilis.

Salah satunya terjadi di Kota Bandung. Dalam laman CNN Indonesia (17-6-2023) diterangkan bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Anhar Hadian menyebut pada kurun waktu 2020—2022 kasus sifilis di Bandung terus meningkat seiring peningkatan pemeriksaan yang dilakukan sejumlah fasilitas kesehatan. Pada 2020 ada 11.430 orang yang diperiksa, ditemukan 300 yang positif sifilis. Kemudian pada 2021 ada sebanyak 12.228 orang yang diperiksa, dan ditemukan 332 yang positif sifilis. Lalu pada 2022 pemeriksaan yang dilakukan meningkat menjadi 30.311 orang, dan ditemukan 881 orang positif sifilis. Kenaikan ini diikuti dengan positivity rate sebesar tiga persen.

Tidak hanya di kawasan Bandung, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyebut sifilis menjadi penyakit terbanyak kasus infeksi menular seksual (IMS) pada 2023 ini, hingga Mei. Sifilis atau raja singa bahkan hampir setengah dari kasus IMS yang terdata oleh Dinkes (12-6-2023).

Berikut sepuluh wilayah dengan kasus sifilis terbanyak di Indonesia. Provinsi Papua dengan 3.864 kasus, provinsi Jawa Barat dengan 3.186 kasus, provinsi DKI Jakarta dengan 1.897 kasus, provinsi Papua Barat dengan 1.816 kasus, provinsi Bali dengan 1.300 kasus, provinsi Banten dengan 1.145 kasus dan provinsi Jawa Timur dengan 1.003 kasus. Hal ini bukanlah suatu kebanggaan mengingat maraknya sifilis ini sebagai bukti bahwa fenomena Infeksi Menular Seksual (IMS) bukanlah hal yang main-main dan tidak bisa dianggap sepele (15-5-2023).

Kasus sifilis ini hadir tentu saja tidak datang dengan sendirinya, melainkan dibawa oleh ‘para pasien’ sebelumnya. Yang perlu kita ketahui adalah pasien ini merupakan orang-orang dengan gaya hidup yang luar biasa di luar nalar manusia. Hal ini bisa dilihat dari metode penularan yang dilakukan.

Penularan yang dilakukan dan memakan korban sangat banyak disebabkan oleh kebiasaan kaula muda yang senang sekali “jajan” dan bergonta ganti pasangan. Tidak hanya itu, fenomena menyukai sesama jenis turut meramaikan peningkatan kasus ini. Miris!

Fenomena kasus ini bisa diibaratkan sebagai fenomena gunung es, yang terdata hanya sedikit sedangkan yang belum terkuak sangatlah banyak. Hal ini didukung dengan dalih kebebasan yang mana di sana pula kerusakan menanti. Kebebasan manusia memang banyak dan tidak sedikit dibuat oleh manusia itu sendiri. Kebebasan dijadikan sebagai tameng untuk melakukan hal-hal yang melanggar norma agama dan norma sosial.

Mayoritas kaum muslim di Indonesia memang sangat besar dan bahkan yang terbesar di Asia Tenggara. Namun, kaum Muslimin banyak yang meninggalkan agama mereka sendiri dan beralih kepada peraturan sesat buatan manusia dan agama tidak dipedulikan. Agama hanya terbatas pada ibadah ritual saja.

Maka dari itu, perlu kita pahami bahwa agama tidak hanya sebatas ibadah ritual saja seperti salat, puasa, dan zakat. Namun, agama memiliki ragam macam aturan yang bisa membatasi manusia agar tidak berbuat di luar nalar. Seperti pengaturan pemisahan antara laki-laki dan perempuan yang non-mahram, tidak berdua-duaan, tidak campur-baur, penanaman akidah sejak dini, juga tata cara berpakaian yang sesuai dengan syariat, sanksi tegas terhadap perilaku menyimpang dan yang lainnya.

Alifvia An Nidzar
Mahasiswi di Depok [CM/NA]

Views: 18

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *