Susu Segar untuk Mandi?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Pangan merupakan kebutuhan primer yang wajib dipenuhi oleh negara. Negara harus selalu memastikan ketersediaan pangan untuk rakyatnya. Negara juga akan mendorong rakyat menjadi umat yang mandiri dan tekun dalam berusaha.

CemerlangMedia.Com — Sebanyak 50 ribu liter susu segar digunakan untuk mandi di Tugu Patung Susu Tumpah, Kota Boyolali, pada Sabtu (9-11-2024). Hal ini dilakukan oleh ratusan peternak sapi perah, peloper, hingga pengepul susu sapi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Aksi ini dilakukan bukan tanpa sebab, melainkan sebagai bentuk protes mereka lantaran banyaknya hasil panen susu yang ditolak masuk Industri Pengolahan Susu (IPS) dengan dalih adanya pembatasan masuk susu mentah ke pabrik. Menurut Sriyono Bonggol, selalu koordinator aksi, impor susu menjadi salah satu penyebab utama masalah ini (9-11-2024).

Miris memang, di negeri yang katanya “gemah ripah loh jinawi”, impor masih selalu dijadikan solusi. Ironinya, ini dilakukan di tengah program swasembada pangan yang selalu dijanjikan.

Semestinya dengan adanya program terbaru makan siang bergizi gratis, susu sapi tentunya sangat dibutuhkan. Pemerintah seharusnya lebih gencar lagi memperhatikan para peternak susu, membimbing, dan mengarahkan mereka agar bisa memproduksi susu dengan kualitas dan kuantitas yang memadai. Dari sini terlihat jika negara belum sungguh-sungguh dalam meriayah rakyatnya.

Di satu sisi, memberi pinjaman lunak untuk mendorong rakyat berwirausaha. Namun di sisi lain, negara juga kecanduan impor sehingga mematikan usaha rakyat. Jika sudah begini, rakyat tidak lagi mau bergerak. Akibatnya, kemiskinan akan makin melonjak. Lantas, bagaimana bisa negeri ini menjadi mandiri?

Hal ini bertentangan dengan periayahan dalam Islam. Di dalam Islam, pangan merupakan kebutuhan primer yang wajib dipenuhi oleh negara. Negara harus selalu memastikan ketersediaan pangan untuk rakyatnya. Negara juga akan mendorong rakyat menjadi umat yang mandiri dan tekun dalam berusaha. Tentu ini bukan hanya sekadar imbauan saja. Namun, negara akan membimbing para petani maupun peternak sebagai sumber penyedia pangan.

Negara akan menyediakan lahan yang subur dan cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian dan peternakan. Bagi rakyat yang belum memiliki lahan akan diberikan secara cuma-cuma untuk mereka olah.

Di samping itu, negara juga akan berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas dengan menyediakan fasilitas, bibit, maupun pupuk dengan harga yang murah. Dengan swasembada pangan ini, negara sekaligus membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi rakyat. Hasilnya, negeri ini bisa menjadi mandiri, baldatun wa rabbun ghafur.

“Sungguh, pada kaum Saba’ terdapat suatu tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua bidang kebun di sebelah kanan dan kiri. Kami berpesan kepada mereka, “Makanlah rezeki (yang dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman), sedangkan (Tuhanmu) Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS Saba: 15).

Ummu Ainyssa
Aktivis Muslimah Tangerang, Banten [CM/NA]

Views: 74

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *