Header_Cemerlang_Media

Petaka El Nino yang Dihadapi Dunia, Apakah Akibat Kelalaian Manusia?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Rina Herlina
(Kontributor Tetap CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Kabar terkait petaka baru yang akan dihadapi bumi yaitu fenomena El Nino yang akan melanda dunia. PBB melalui Badan Meteorologi Dunia (WMO) telah resmi mengumumkannya. Bahkan WMO memberi peringatan ke seluruh pemerintahan di dunia akan adanya cuaca ekstrem dan suhu tinggi yang diperkirakan terjadi beberapa bulan ke depan. Sekretaris jenderal WMO Petteri Taals mengatakan bahwa dimulainya El Nino akan sangat meningkatkan kemungkinan terpecahnya rekor suhu dan memicu gelombang panas yang lebih ekstrem di banyak bagian dunia, baik di daratan maupun lautan (CNNInternasional, 7-7-2023).

Berita mengejutkan yang datang dari PBB melalui WMO ini merupakan fakta yang sama-sama akan dihadapi oleh negara-negara di seluruh dunia. Fenomena tersebut akan terjadi beberapa bulan ke depan. Ini merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan di Samudra Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Namun, justru di beberapa negara kawasan Amerika Latin seperti Peru dampaknya adalah meningkatnya curah hujan di wilayah itu.

BMKG sendiri mengklasifikasikan intensitas El Nino ke dalam tiga kategori yaitu lemah, moderat, dan kuat. Lemah berkisar antara 0.5 hingga 1.0, moderat 1.0 hingga 2.0, dan kuat lebih dari 2.0. Menurut BMKG, fenomena ini memiliki dampak yang cukup beragam di dalam lingkup skala global. Selain El Nino ada pula La Nina. Ini merupakan kebalikan dari El Nino yaitu saat La Nina terjadi maka SML di Samudra Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya. Efeknya adalah meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

Gambaran beberapa antisipasi yang dilakukan pemerintah untuk menghadapi efek negatif dari kejadian tersebut diantaranya yakni melakukan peringatan dini kepada masyarakat agar melakukan persiapan di segala sektor. Negara menghimbau agar rakyat mempersiapkan cadangan makanan pokok seperti beras sebagai antisipasi jika terjadi paceklik pangan. Masyarakat juga diharapkan mampu melakukan hal-hal praktis contohnya menghemat penggunaan air, melakukan penanaman pohon, mengelola air buangan agar bisa dimanfaatkan kembali, dan tidak membuang sampah sembarangan.

Ulah Manusia

Adanya kejadian tersebut sesungguhnya merupakan klimaks dari ulah manusia itu sendiri karena manusia terkadang terlalu berambisi untuk mengeksploitasi dunia yaitu dengan mengejar pertumbuhan ekonomi sehingga tak mengindahkan lagi etika-religiusnya. Alam hanya dijadikan tempat menguras sumber daya secara berlebihan dan memuaskan tingkat konsumerisme yang terus-menerus meningkat dan tidak pernah terpuaskan. Dunia terus didorong oleh “kerakusan” dan bukan keperluan.

Jika jalan tersebut yang terus ditempuh, maka jangan heran bila umat akan menemui banyak persoalan dalam jangka waktu yang panjang terutama kerusakan lingkungan yang makin parah, seperti hutan yang makin gundul, pencemaran, kabut asap yang makin parah, dan yang terbaru adalah terjangan El Nino.

Allah Swt. sesungguhnya telah banyak menyampaikan di dalam Al-Qur’an bahwasanya manusia memang seringkali berlebihan dan melampaui batas. Oleh karenanya, adanya kejadian ini menjadi renungan bersama. Bahwasanya kalau bukan manusia —sebagai makhluk ciptaan-Nya — yang berkewajiban menjaga alam ini, lalu siapa lagi yang harus menjaga dan melindungi?

Sayangnya, jika sistem yang dianut masih sekularisme liberal maka kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan dari adanya ulah manusia itu sendiri tidak akan pernah menemukan jalan keluar. Asas dari sekularisme adalah materi dengan slogan kebebasan. Masyarakat pada sistem ini memang dirancang agar mencari kebahagiaan sebanyak-banyaknya dengan jalan apa saja termasuk merusak lingkungan sekalipun.

Peringatan Allah Swt.

Semestinya firman Allah di dalam surah Ar Rum ayat 41 yang artinya, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Mampu menjadi alarm bagi umat agar senantiasa dalam koridornya yaitu memelihara alam dan tidak membuat kerusakan yang akhirnya membinasakan. Manusia wajib menjaga bumi dan tidak membiarkan siapa pun menghancurkan ekosistem dunia yang memang sudah Allah rancang sedemikian rupa untuk kemaslahatan umat.

Tentu dalam hal ini perlu adanya kesadaran baru, semangat bersama, dan langkah nyata untuk memperbaiki seluruh kerusakan lingkungan dengan kembali kepada aturan-aturan yang bersumber hanya dari Allah saja. Rakyat harus segera membangun kesadaran umum terkait perubahan iklim sekarang ini dan jangan hanya sekadar menunggu pihak lain berbuat lebih dulu. Sudah saatnya umat mau dan rida kembali kepada sistem yang mampu menyelesaikan problematika secara menyeluruh, yang semua peraturannya berasal dari Sang Khaliq dan sistem itu tiada lain adalah Islam. Hanya dengan Islam, hidup manusia akan jauh lebih bermartabat karena Islamlah yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dan Islam pulalah yang paling relevan dari dulu, kini bahkan nanti. Wallahu a’lam. [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an