Header_Cemerlang_Media

Harga Beras Menggila

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Rakyat kembali menjerit. Pasalnya, harga beras terus melonjak naik. Kenaikannya pun tak tanggung-tanggung, yakni sekitar 5—6%. Bahkan kini harga rata-rata beras medium di pedagang eceran sebesar Rp12.330 per kilogram dan harga tertinggi berada di Papua, yakni Rp15.730. Pemerintah pun mengintruksikan untuk mempercepat penyaluran bantuan beras kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) mulai September hingga November (2-8-2023).

Selama ini, kenaikan harga beras atau kebutuhan pokok lainnya direspons pemerintah dengan melakukan operasi pasar seperti bazar sembako murah dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang kena dampak serius akibat kenaikan harga-harga. Sayangnya, solusi tersebut hanya bersifat sementara dan belum mampu menurunkan harga-harga secara signifikan. Tidak jarang pula solusi bazar murah dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga beras atau kebutuhan pokok tersebut tidak tepat sasaran.

Kekeringan panjang sebagai dampak dari El Nino pun disebut-sebut sebagai penyebab kurangnya pasokan beras sehingga mengakibatkan harga beras langka di pasaran. Sudah menjadi rahasia umum ketika barang langka, maka harga barang pun naik. Padahal tentu ada persoalan yang lebih serius selain fenomena alam karena kenaikan harga beras terjadi secara berulang dan belum ada penyelesaian.

Oleh karena itu, sepatutnya pemerintah dan pihak terkait mencari akar persoalan penyebab naiknya harga beras. Seperti melakukan mitigasi bencana gagal panen dan kurangnya pasokan beras. Selain itu, biaya produksi yang terbilang cukup tinggi serta lahan yang kurang produktif seyogianya menjadi perhatian serius karena beras adalah kebutuhan pokok masyarakat. Sudah saatnya pula pemerintah mengambil alih pengelolaan beras di pasaran sehingga akan tercipta iklim harga yang kondusif.

Pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat haruslah menjalankan perannya sebagaimana tuntunan Islam dan tidak mencari dalih untuk menutupi sebuah kesalahan pada persoalan yang terjadi secara berulang, apalagi menganggap fenomena alam sebagai alasan. “Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang orang yang dipimpinnya. Penguasa adalah pemimpin bagi manusia, dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka…. Ingatlah, masing-masing kalian adalah pemimpin dan masing-masing kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (HR Bukhari)

Yulweri Vovi Safitria
Batam, Kepulauan Riau [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an